​Bangun Banten,  Gubernur Janji Siapkan SDM Berkualitas 

951


Medianews.co.id-SERANG, Gubernur Banten Wahidin Halim meminta 147 perguruan tinggi swasta (PTS) di Banten dapat menjawab tantangan publik mengenai penyedia sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing tinggi. Hal itu disampaikan Gubernur Banten Wahidin Halim dalam acara pelantikan pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swata Indonesia (APTISI) Wilayah IV-B/Banten Tahun 2017-2022. esia (APTISI) Wilayah IV-B/Banten Tahun 2017-2022, di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (10/1/2018).

  

Gubernur berharap perguruan tinggi di Banten dapat melakukan evaluasi jurusan yang tidak lagi menjawab kebutuhan pasar pekerjaan, baik di bidang industri maupun di tengah masyarakat. “Saya sudah kasih masukan tadi. Kedepan harus ada terobosan dari PTS,” kata Wahidin Halim usai pengukuhan.

Wahidin berharap PTS dapat bersinergi dengan Pemprov Banten untuk memfasilitasi pendidikan anak muda di Banten ke jenjang perguruan tinggi. “Orang-orang di PTS itu telah mencurahkan tenaga, pikiran bahkan hartanya untuk pendidikan anak muda di Banten,” kata Wahidin.

Masih di tempat yang sama Ketua APTISI Wilayah IV-B/Banten Tahun 2017-2022, PO Abas Sunarya mengatakan beban perguruan tinggi swasta saat ini membekali lulusan yang harus berdaya saing di masyarakat. “Kalau tidak punya keahlian, mental yang kuat maka lulusan kita akan kalah saing,” kata Abas. 

Ia berjanji, akan segera melakukan rapat konsolidasi dan melakukan pemetaan untuk melakukan pembenahan di APTISI. “Kita harus rumuskan bidang kerja. Karena di Banten ini tidak sama dengan daerah-daerah lain banyak hal yang mesti kita dahulukan,”lanjut Abas.

Penguatan lembaga, kata dia, perlu dilakukan untuk mempercepat penyusunan program kerja APTISI. “Terus akan kita benahi. Saya selaku ketua yang baru akan  melakukan kerja maksimal kedepannya baik dengan industri, swasta maupun pemerintah daerah,” kata Abas.  

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum APTISI Budi Jatmiko sendiri mengeluhkan sikap pemerintah kepada keberadaan PTS. Sebab anggaran pendidikan tinggi dari pemerintah pusat saat ini hanya berkisar antara 7-10 persen dari total Rp98 triliun. Hal itu dianggap kurang mendukung penguatan PTS untuk mengelola pendidikan secara mandiri.

“Makanya saya usulkan namanya diganti Menristek Dikti PTN, karena kurang perhatian dengan perguruan tinggi swasta,” kata Jatmiko.

Ia meminta kepada Gubernur Banten Wahidin Halim untuk memperhatikan keberadaan PTS di Banten yang telah berdiri dengan berdikari. Pola kerja sama yang sinergis diharapkan akan mempercepat pembangunan di Banten,”harapnya

(Sunah)