​Wartawan Dipukuli Oknum Polisi, Wartawan Gelar Aksi Solidaritas.

786

Medianews.co.id_SERANG – Wartawan Banten online, cetak, maupun elektronik (TV) melakukan aksi solidaritas atas insiden kekerasan yang dilakukan oknum kepolisian terhadap wartawan Banten Pos, Panji Bahari saat meliput aksi mahasiswa di depan kampus UIN SMH Banten (20/10). 
Aksi wartawan tersebut dilangsungkan di alun-alun Kota Serang dan dihalaman mapolresta Kota Serang, Sabtu (21/10).

Koordinator Aksi, Teguh Mahardika menyampaikan dalam orasinya bahwa tindakan refresif oknum kepolisian terhadap wartawan tidak bisa diterima. Terlebih saat itu Panji sudah menyampaikan bahwa dirinya merupakan wartawan dan sudah menunjukan Id card. Bahkan , yang lebih miris kata Teguh, adanya ucapan ancaman penculikan dan pembunuhan dari aparat.

“Wartawan merupakan pilar keempat demokrasi, dan dilindungi undang-undang nomor 40. Sehingga tidak pantas oknum kepolisian melakukan pemukulan terhadap profesi wartawan,” ucapnya saat berorasi, Sabtu (21/10).

Hal senada diungkapkan salah satu masa aksi, Deni Saprowi mengatakan bahwa tindakan oknum kepolisian tersebut tidak bisa ditoleransi. Menurutnya insiden tersebut membuktikan bahwa reformasi ditubuh Polri belum maksimal, bahkan ia menduga proses rekrutmen Polri perlu dievaluasi. Pasalnya, masih banyak anggota kepolisian yang tidak paham akan hukum.

“Ini membuktikan bahwa reformasi di tubuh Polri belum selesai,” jelasnya saat berorasi.

Pada aksi tersebut, selain mengecam tindakan pemukulan, wartawan Banten juga menuntut agar Kapolresta Kota Serang segera menindak tegas anggotanya yang terlibat insiden pemukulan terhadap wartawan.

Menambahkan , Kapolresta Kota  Serang, AKBP Komarudin mengatakan akan bertanggung jawab penuh atas semua kejadian, oleh karena itu 

” saya selaku Kapolres Serang Kota memohon maaf sebesar2nya dan  saya pun akan tindak lanjuti kasus ini”, ujarnya.

Sementara pelaku yang diduga pemukulan pun saat ini sedang di periksa oleh propos polda banten , dan kejadian ini akan kami jdikan evaluasi.

Pertanggung jwban penuh yang dikatakan oleh Kaporles Serang Kota itu, adalah “apabila nanti ada kesalahan sesuai prosedur yang berawal dr pola kepemimpinan, saya siap di ” Copot” apabila di temukan bukti-bukti kesalahan prosedur atau kesalahan atas perintah”, tegasnya.

(Sunnah).