16 Kecamatan Di Lebak Rawan Longsor

803

Medianews.co.id – Lebak Banten, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak memetakan 16 kecamatan masuk dalam kategori rawan longsor, sehingga dihimbau warga di daerah tersebut harus meningkatkan kewaspadaan untuk meminimalisir korban bencana alam.

“Jika cuaca buruk, BPBD Lebak mengoptimalkan posko siaga selama 24 jam,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi di Rangkasbitung, Sabtu (17/02/2018)

Selama ini, lanjutnya, BPBD Lebak telah memetakan sebanyak 16 kecamatan di Kabupaten Lebak masuk dalam kategori rawan longsor, karena Iokasinya perbukitan dan pegunungan juga Daerah Aliran Sungai (DAS). Sebab, cuaca buruk yang ditandai hujan dengan intensitas tinggi berpotensi menyebabkan bahaya bencana longsor maupun pergerakan tanah. Ke 16 kecamatan itu diantaranya, Kecamatan Cipanas, Muncang, Lebakgedong, Cibeber, Cirinten, Cihara, Leuwidamar, Gunungkencana, Sobang, Cilograng, Bayah, Cibadak, Bojongmanik, Cimarga dan Kecamatan Rangkasbitung.

“Jika cuaca buruk terjadi, kami himbau warga agar selalu tetap waspada bencana,” katanya.

Masih katanya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Serang, memperkirakan cuaca buruk berlangsung hingga Maret 2018, karena memasuki musim pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau.

Biasanya, lanjutnya lagi, musim pancaroba itu selain berpotensi longsor juga angin kencang serta sambaran petir. Selain itu juga, wilayah Kabupaten Lebak merupakan langganan longsor karena selain terdapat DAS juga topografi perbukitan dan pegunungan.

Untuk itu, tambah Kaprawi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus mengoptimalkan anggaran kebencanaan karena Lebak merupakan daerah bencana alam, seperti, gempa. longsor, banjir, tsunami, angin kencang, kebakaran dan konflik sosial.

“Kami jamin persediaan logistik mencukupi untuk pasca bencana,” ujar Kaprawi.

Ditambahkan Kaprawi, BPBD tetap berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti, TNI, Polri, Dinkes, PMI, kecamatan dan desa untuk mengatasi bencana alam.

“Koordinasi itu dinilai sangat efektif untuk menanggulangi pasca bencana agar tidak menimbulkan korban jiwa,” pungkasnya. (Red/Ujang Iskandar)