180 Ormas, Gelar Aksi Desak Penegak Hukum Agar Bertindak Tegas Tangani Penistaan Agama.

684

Medianews.co.id, SERANG- Sejumlah ormas Islam yang tergabung kedalam Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar aksi unjuk rasa terkait puisi Sukmawati Soekarno Putri, Jumat (6/4) di Alun-alun barat, Kota Serang.

Sekitar 180 ormas yang tergabung kedalam FPUIB seperti GNPF Ulama Banten, Laskar Ummat Islam Banten, Gerakan Pengawal Serang Madani, Annas Banten, Amanar Banten, FPI Kota Serang, Pandu Pemuda dan Santri Banten dan beberapa ormas lainnya turut serta mengikuti unjuk rasa tersebut.

Ketua FPUIB sekaligus koordinator aksi, Zaenal Arifin alias Abu Wildan menyampaikan bahwa aksi tersebut dilakukan untuk menuntut kepada pihak berwenang agar bertindak cepat atas penistaan yang telah dilakukan oleh Sukmawati Soekarno Putri dalam puisinya yang dibacakan dalam acara 29 tahun Anne Avantie berkarya di fashion week beberapa waktu lalu.

“Kami ingin aparat hukum bertindak tegas, cepat dan adil. Jangan cuma hanya kepada aktivis islam saja mereka cepat, tapi kepada orang-orang penghina Islam seolah dilambat-lambat,” ucapnya

Ia menilai, puisi yang dibacakan oleh Sukmawati dalam acara 29 tahun Anne Avantie berkarya di fashion week beberapa waktu lalu, sudah melecehkan dan menistakan agama Islam.

“Jadi sudah pantas Sukmawati dipenjarakan dan dihukum seadil-adilnya,” tegasnya.

Tadinya, dikatakan aksi massa akan dilakukan didepan Mapolda Banten. Tapi setelah negosiasi yang dilakukan bersama Jajaran Polda Banten yang berjalan alot, akhirnya aksi massa dilakukan di Alun-alun Barat Kota Serang atau didepan Pendopo Bupati Serang.

Zaenal pun menuturkan bahwasanya aksi yang dilakukan hari ini terbagi dua, dimana rombongan pertama dari para alim ulama sebanyak 20 orang mendatangi Mapolda Banten untuk melakukan laporan atas penistaan agama yang dilakukan Sukmawati, dan aksi kedua berupa aksi unjuk rasa yang dilakukan ribuan umat Islam yang tergabung kedalam FPUIB.

“Para alim ulama berangkat membuat laporan ke Mapolda Banten dengan bukti video utuh yang dilakukan Sukmawati. Dan aksi ini pun Serentak dilakukan dari Sabang sampai Merauke, mulai dari Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Jakarta, Medan, Aceh, Poso, hingga Papua,” ungkapnya.

Hal tersebut dilakukan agar laporan yang dilakukan di Mapolda Banten untuk diteruskan ke Mabes Polri untuk ditanggapi dengan cepat. Zaenal pun menegaskan agar laporan tersebut untuk segera ditanggapi oleh pihak yang berwenang.

“Kita tunggu info dari Mabes sejauhmana, kita akan pantau terus, kalau tidak ada tindakan juga dari Mabes, maka kita akan lakukan aksi yang lebih besar

Koordinator aksi itu pun sempat menanggapi permintaan maaf yang sudah dilakukan Sukmawati pada hari rabu 4 April 2018 lalu. Menurutnya, ia sudah memaafkan apa yang sudah dilakukan Sukmawati, namun ditegaskannya bahwa proses hukum harus terus berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Ini harus segera ditindak. Karena ketika hukum tidak dijalankan, maka umat Islam akan terus bergerak, itu yang menjadi kegaduhan,” tandasnya.

Lebih lanjut Zaenal menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh pihaknya tersebut tidak berlebihan dalam menyikapi persoalan penistaan agama, dan menepis seruan beberapa pihak yang meminta agar umat Islam tidak berlebihan menyikapi persoalan puisi Sukmawati.

“Kita ini tidak berlebihan, aksi yang kita lakukan masih tahap wajar, dibanding yang dilakukan oleh Sukmawati, ia sudah melecehkan syariat Islam, cadar dan adzan. Ini lebih dahsyat dari kasus Ahok dulu,” ujarnya.

“Masa bodo ia orang islam atau orang diluar Islam. Saya tidak peduli, tapi apa yang Sukmawati lakukan sudah melecehkan agama Islam,” lanjutnya.

Menambahkan terakhir, ia meminta agar aparat hukum dan pemerintah untuk melakukan tindakan tegas terhadap orang-orang yang sudah melakukan pelecehan agama, agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang dikemudian hari.

(Sunnah).