25 Ketua Organisasi Menggelar Pernyataan Bersama Menolak Anarkisme Di Banten

7

Medianews.co.id,- Serang − Polda Banten bersama Korem 064/MY, Tokoh Ulama, PJU Polda Banten, Sebanyak 25 Ketua dari Organisasi kemasyarakatan Pemuda (OKP), dan pimpinan Ormas, LSM menggelar pernyataan bersama untuk mendeklarasikan menolak aksi anarkis, di halaman Polda Banten, di Kota Serang, Banten, Jumat (16/10/2020).

Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar mengatakan deklarasi cinta damai tersebut merupakan bagian dari sikap untuk menghadapi dinamika situasi yang berkembang pasca omnibus law yang disahkan.

Pihaknya sadar betul, bahwa setiap diterbitkan regulasi ada pro kontra. Manusia memandang sebuah aturan dengan sudut pandang berbeda, sesuai dengan kepentingan masing-masing dan hal itu sangat alamiah dalam negara demokrasi.

“Namun kemarin perbedaan ini menimbulkan sedikit kehangatan, mungkin sebabnya belum menyadari. Artinya apa isi Undang-undang secara detail, mungkin tidak semuanya tahu, pasal demi pasal kemana perubahan tersebut,” katanya saat sambutan.

Fiandar menyebutkan, pada perkembangan sebelumnya kekeliruan mensikapi itu ditindaklanjuti dengan sikap yang anarkis. Secara fisik melakukan penekanan terhadap pihak lain dan pesikis perlu diluruskan. itu berkembang terus di Banten, maka yang dirugikan masyarakat Banten

Pencegahan terhadap perilaku itu perlu dengan dialogis, bahwa menyelesaikan masalah tidak harus dengan kekerasan. Akan tetapi dengan tata cara etika dan selesaikan dengan hukum yang ada.

“Saya yakin semuanya mendukung deklarasi cinta damai, anti kekerasan. Dikedepankan dialog, bicarakan masalahnya, jika tidak ada titik temu tempuh jalur hukum bukan jalanan. Jadi tidak usah pakai otot, pengerusakan, bentrok antara aparat dengan warga tidak perlu, rugi kita semua,” ungkapnya.

Kemudian, menjaga kerukunan mempererat tali persaudaraan sesama anak bangsa. Menolak segala bentuk kekerasan, anarkisme dan tindakan melanggar hukum. Menolak segala bentuk berita bohong dan hoax yang menimbulkan jebencian yang berlatarbelakang suku ras dan golongan.

“Dengan Ini Menolak Dan Menentang Aksi Anarkisme , bertekad berperan aktif menjaga serta memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat . Bertekad mengedepankan dialog dalam setiap permasalahan dengan prinsip musyawarah dan mufakat demi terciptanya suasana kedamaian dan kerukunan kehidupan bermasyarakat,” terangnya.( ana/red)