Atalia Praratya Apresiasi Program BAJU BAJA Dari Hijau Lestari Indonesia.

456

Medianews.co.id,- Jawa Barat, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Barat Atalia Praratya Mengapresiasi kepada Hijau Lestari Indonesia (HLI) yang juga menjadi penggagas Program BAJU BAJA yang akan menjadi penguat ekonomi kreatif di Provinsi Jawa barat.

Jajaran serta pengurus pelaksana program Bambu Juara Bambu Jawa barat (BAJU BAJA) yang dipimpin langsung oleh Ketua program Oki Hikmawan dengan pendamping Ketua 2 HLI Eko Santosa sarta jajarannya beraudensi dan diterima langsung Oleh ketua Ketua Dekranasda Jawa Barat diruang rapat Gubernur, Gedung Sate jalan diponegoro Bandung. Kamis, 10/01/2019.

Menurut Atalia Praratya selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Barat sangat mengapresiasi serta siap mendukung dari program Baju Baja yang di gagas oleh Hijau Lestari Indonesia (HLI) sebagai bagian dari kemitraan dengan Dekranasda Jawa Barat.

“Kami mengapresiasi apa yang sudah digagas oleh HLI dalam melakukan program nya (Baju Baja) kami juga mendukung sepenuhnya dan akan membuka peluang pasar serta menjadi ujung tombak promosi bagi kerajinan Jawa Barat, memang ini menjadi tugas kami juga,” katanya.

Ia juga menegaskan peran pengrajin yang harus konsisten berproduksi jangan sampai tatkala order muncul beralasan masih produksi selain sisi produksi Atalia praratya menitik beratkan pada desaign dan kemasan disaat produk kerajinan sudah terbuat.

“Para pengrajin juga harus berproduksi, jangan sampai ada yang order malah muncul alasan yang menitik beratkan desaign dan kemasan,” tegasnya.

Di tempat yang sama Ketua dua HLI, Eko Santosa, Mengungkapkan Pemanfaatan, pelatihan dan pengelolaan Bambu secara langsung menjadi catatan bagi Hijau Lestari Indonesia (HLI) sebagai pemilik program Baju baja untuk menjadi penguatan Ekonomi kreatif di provinsi Jawa Barat.

“Dengan teknis kegiatan independensi Baju Baja harus terus dipertahankan, sebagai program mandiri dari masyarkat untuk pengembangan 100 Desa kreatif, serta pembangunan dari hulu ke hilir sebagai potensi pengembangan Bambu yang multi fungsi jadi sebuah pondasi bagi Hijau Lestari Indonesia dalam kiprahnya melestarikan alam dan lingkungan dengan sadar dan berkelanjutan,”ungkapnya.

Lanjut Eko, Dukungan dan peran pemerintah daerah sebagai payung bagi masyarakat Jawa Barat harus berdasar pada pemberdayaan SDM dan SDA yang sesuai dengan program Propinsi Jawa Barat Juara Lahir Bathin, dengan mengedepankan rasa kekeluargaan dan budaya secara utuh,” tukasnya.

Sekertaris Program Baju Baja Rendi Alfian, mengungkapkan juga bahwa baju baja telah bekerjasama dengan BUMN dan Perusahaan Swasta Nasional.

“Dalam proses pelaporannya secara tertulis bahwa program tersebut sudah didukung oleh perusahaan Swasta, Nasional dan Beberapa BUMD, dan Kita tunggu saja saat launching,”ungkap Sekpro Baju Baja, Rendi alfian saat mendampingi Audensi diGedung Sate.

Kontribusi Gagasan Hijau lestari Indonesia sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat yang berperan aktif menjadi motor bagi perkembangan desa membuat terobosan baru karena hadirnya program ini datang dari Bawah dan berkontribusi untuk propinsi Jawa Barat, mudah mudahan muncul juga lembaga lembaga lain yang tidak menunggu dan hanya sekedar menagih janji pada pemerintah propinsi , karena gagasan yang datang dari masyarakat biasanya jauh lebih konkrit dan dapat bertahan lama. Tentunya harus didorong oleh soliditas dan fungsi kelembagan yang Baik, HLI siap bekerjasama dengan program program kerja yang sudah digaungkan oleh Ridwan Kamil sebagai program kerja menuju JAWA BARAT JUARA LAHIR BATHIN. (MH)