Baju Baja Asah Kemampuan Masyarakat Kecamatan Kadudampit

131

Medianews.co.id,- Sukabumi – Pelatihan Baju baja kembangkan Potensi Bambu asal Kabupaten Sukabumi. Semangat peserta pelatihan Bambu Juara Bambu Jawa Barat untuk Kelompok Kerja Hijau Lestari Indonesia Regional Sukabumi adalah sebuah percontohan dimana antusias Pemberdayaan ekonomi kerakyatan untuk menopong Ekonomi Desa dengan pengembangan BAMBU sebagai kearifan lokal yang memiliki nilai tambah menjadi contoh dimana kemampuan pengolahan Bambu dapat dimaksimalkan sebagai potensi pembangunan Desa. Minggu, 31 Maret 2019.

Iip Firdaus KADES Kadudampit, U Maksum KADES Cikahuripan dan Basyari KADES Muara Dua menyatakan secara langsung dukungannya terhadap Kelompok Kerja HLI yang dimotori oleh program baju baja ini disampaikan disela sela penutupan program Pelatihan Bambu Juara di Kabupaten Sukabumi di Halaman Kecamatan Kadudampit.

Proses sebagai gagasan yang bagus bagi perkembangan industri yang berbasis kearifan lokal, selain dari pemanfaatan maka Baju Baja sudah mendapatkan peluang pasarnya dengan penetrasi ke Hotel dan tempat wisata di wilayah Jawa Barat pada khususnya atas apa yang diberikan kami para kepala desa mengucapkan banyak terima kasih pada team Baju Baja yang sudah memberikan banyak hal pada peserta pelatihan sehingga masyarakat di tiga desa yang mendapatkan program mulai mau dan melirik peningkatan ekonomi dari Bambu.
Keberadaan program yang datang dari Hijau Lestari Indonesia ini menjadi potensi gagasan yang baik karena sudah berfikir dari hulu ke Hilir. Tegas Iip Firdaus sebagai Kepala Desa Kadudampit. Ketidak hadiran para pimpinan daerah di kegiatan pelatihan tidak menyurutkan semangat para peserta daerah justru memacu semangat pembuktian untuk terus dapat mengembangkan hasil hutan bukan kayu yang sejalan dengan misi menuju Jawa Barat Juara Lahir Bathin.

Pendampingan dan evaluasi kegiatan selanjutnya akan terus dilakukan di tiga desa ini dan menjadikan motor penggerak untuk pembangunan Desa khususnya di kecamatan Kadudampit kabupaten Sukabumi. Penilaian positif datang dari masyarakat sekitar akan sisi kreatif yang diasah oleh para nara sumber yang dihadirkan Program Baju Baja dalam pelatihan ini.
“Karena kita ada Program One village One Company, Menjadi dasar edukasi pendampingan untuk masyarakat, mungkin nanti informasi terkait Baju Baja ini akan nempel di program yang sudah ada dan berkemitraan dengan BUMDES” ujar Basyari di sela sela kesibukan.

Sementara itu, Bantuan sarana usaha dan dukungan Dana pelatihan akan di konfirmasi dan di pelajari lebih lanjut karena adanya beberapa hal teknis yang harus diperhatikan. Semoga Baju Baja dapat terus berperan aktif dalam pendampingan pengelolaan dan pemasaran bagi KKHLI dimasa yang akan Datang.(MH)