TANGKAP BAJU BAJA, SEKDA KABUPATEN SUKABUMI SIAP UNTUK KEMBANGKAN POTENSI BAMBU

243

Medianews.co.id,- Sukabumi- “BAMBU JUARA BAMBU JAWA BARAT (BAJU-BAJA) – HIJAU LESTARI INDONESIA (HLI) yang berada diKabupaten Sukabumi merupakan potensi yang maksimal patut disinergikan dengan seluruh Steak Holder yang ada baik SKPD ataupun OPD kabupaten Sukabumi” Tegas Drs.H. IYOS SOMANTRI M.Si selaku SEKDA yang mewakili Bupati Kabupaten Sukabumi yang berhalangan hadir. Dalam pertemuan terbuka di Kantor Dinas Perdagangan KOPERASI, & Usaha Kecil Menengah ( DPKUKM ), jalan Cibolang no 33 Sukabumi. Sukabumi. Rabu,(27/02/19).

Sosialisasi program Team Baju Baja yang diketuai oleh Oki Hikmawan dan Nia Kurniawasih selaku Bendahara Program memberikan gambaran kegiatan yang akan segera dilakukan di Kabupaten Sukabumi yang meliputi 3 Desa terpilih, Desa Kadudampit, Desa Muaradua dan Desa Cikahuripan.

namun dalam pemaparan program BAJU BAJA juga akan melibatkan Santri dan santriwati Pondok Pesantren yang banyak hadir di tiga desa tersebut.

Sambutan hangat dan kesiapan bersinergi dengan 6 SKPD dilingkungan Pemerintah daerah Kabupaten sukabumi di sampaikan oleh Kepala Dinas DPKUKM Bapak Andang yang ditindaklanjuti oleh Kepala Dinas Pariwisata serta Kepala Dinas lingkungan hidup untuk bersama sama berprogram pembangunan konservasi lahan diwilayah GEOPARK CILETUH dan pembangunan Resort diwilayah kawasan wisata tersebut.

Pendayagunaan Bambu sebagai bagian sejarah menuju modernisasi kearifan lokal dalam peningkatan ekonomi tepat Guna merupakan satu visi dengan prioritas BAPEDA Tandas Jalal sebagai perwakilan Bidang Ekonomi Bapeda kabupaten Sukabumi.

Bambu yang memiliki daya guna juga menjadikan potensi pasar regional bagi Wisata Jawa Barat pada umumnya dan Sukabumi pada khususnya. Sebagai sumber potensi penerapan Pendapatan asli daerah dimana Kabupaten Sukabumi mendapatkan potensi ini sebagai bagian pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh, Program Bambu Juara Bambu Jawa Barat yang sudah berfikir dari Hulu sampai kehilir merupakan program unggulan yang patut diberikan rekomendasi dan dukungan secara maksimal oleh seluruh lapisan masyarakat di kabupaten Sukabumi.

Potensi bambu Sukabumi yang melimpah membuat gerakan program Baju Baja menjadi singkronisasi nyata dalam tahapan penggunaan dan pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu.
“Mudah mudahan berdampak perekonomian yang maksimal di Kabupaten Sukabumi” ungkap Iyos Somantri.

Kehadiran Baju Baja di Sukabumi merupakan gayung bersambut dengan program memaksimalkan Pariwisata sambung Nia Kurniawasih selepas acara audensi.

Ditempat terpisah Oki Hikmawan menyatakan pelatihan siap digelar di desa kadudampit dengan total 60 orang pada akhir maret 2019. Sebagai kota ke 10 yang didatangi Baju Baja, sampai hari ini 20 desa telah memiliki SK desa yang dibentuk untuk Kelompok Kerja Hijau Lestari Indonesia dan sudah merampungkan 10 Desa yang dilatih dan telah memiliki hasil produksi kerajinan kreatif yang memiliki potensi pasar Regional. “Semoga program ini dapat berkesinambungan dan membawa manfaat bagi Jawa Barat Juara Lahir Bathin” ujarnya.(MH)