BKP Kelas II Cilegon Adakan Focus Group Discusstion (FGD) dan Corporate Social Responsibility (CSR) Ekspor.

24

Medianews.co.id,- Cilegon,-Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian mengadakan acara Focus Group Discusstion ( FGB ) dan Corporate Social Responsibility ( CSR ) di Hotel Royal Krakatau Kota Cilegon , Senin (23/12/2019).

Dalam acara Focus Group Discusstion ( FGB ) BKP Kelas II Cilegon turut hadir 12 UMKM dari bidang pertanian se Propinsi Banten, 8 perusahaan Eksportir, dan 3 Dinas terkait.

Sari Suryati MM, selaku Sekda Kota Cilegon memberikan apresiasi kepada BKP Kelas II Cilegon yang berkomitmen terhadap para UMKM.

“kami dari pemerintah kota cilegon memberika mengapresiasi kepada Kepala Balai yang menginisiasi, ini mudah-mudahan sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap para UKM,”ucapnya.

Ia menambahkan inovasi dan trobosan dari BKP Kelas II Cilegon dapat diikuti oleh Badan Karantina Pertanian yang lain.

“Ini merupakan niat baik pemerintah, baik dari tataran pemerintah Pusat, Provinsi sampai ke daerah merupakan inovasi dan terobosan dan mudah-mudahan kreativitas ini bisa diikuti balai-balai Karantina yang lain, dan menjadi icon Kota Cilegon“

“Dan ini menjadi sentral mungkin karena Cilegon menjadi maghnit prusahaan ada disini walaupun perusahaan industr tetapi keberpihakan kepada UMKM tetep tinggi,”Ungkapnya.

Ditempat tempat yang sama Kadis Koperasi UKM provinsi Banten Tabrani juga mengharapkan dalam kegiatan ini para pelaku industri dapat memberikan CSR pada pelaku UMKM

“Pertama mudah-mudahan dengan acara ini para pelaku UKM dan Industri yang ada di Kota Cilegon khususnya untuk memberikan dana CSR nya kepada para pelaku UKM. Kedua mudah-mudahan dengan acara ini nanti akan banyak para pelaku UKM yang bisa melaksanakan ekspor,”harapanya.

Kepala Balai Karantina Pertanian Cilegon Raden Nurcahyo Nugroho menuturkan pihaknya telah memiliki Klinik Ekspor yang telah diresmikan oleh Kepala Badan Karantina Pertanian pada tanggal 09 Oktober 2019 lalu.

“Klinik Ekspor beroperasi 24 jam guna memberikan informasi dan pendampingan, akselerasi ekspor komoditas pertanian dan komoditas industri asal Banten. Kegiatan FGD dan CSR dilaksanakan di Café Hotel Royal Krakatau Cilegon dan sekaligus ditetapkan sebagai Co Working Space sebagai Klinik Ekspor Pertanian,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa Karantina Pertanian Cilegon berkomitmen memastikan ketentuan Sanitary and Phytosanitary Measures (SPS) dalam hal eksportasi produk pertanian asli Banten dipenuhi. Sehingga diterima oleh negara tujuan dan tidak mengalami penolakan.

“Tanpa pemeriksaan dan sertifikasi dari karantina, komoditas ini tidak akan mungkin di ekspor. Pelayanan kami 24 jam setiap hari dengan jadwal piket petugas yang memadai. Guna mendorong peningkatan pemasaran ekspor komoditas andalan di Banten, Karantina Pertanian Cilegon menyediakan Klinik Ekspor 24 jam guna memberikan informasi dan pendampingan, akselerasi ekspor komoditas pertanian dan komoditas industri asal Banten,”tandasnya.(priadz)