Cegah Covid -19, Lapas Kelas II A Cilegon Terapkan Berkunjung Secara Online

2

Medianews.co.id,- Cilegon,- Lembaga pamasyarakatan (Lapas) Kelas II A Cilegon, Menerapkan batasan bagi pengunjung yang ingin masuk dan membesuk salah satu keluarga yang berada didalam (Warga Binaan) Lapas. Hal tersebut dikarenakan Adanya arahan dari Sekertaris Jendral Hukum dan HAM serta Pelaksana Tugas Direktur Jendral Pemasyarakatan bahwa setiap UPT pemasyarakatan yang ada di Indonesia untuk membatasi masyarakat yang ingin berkunjung (Pembesuk), karena dalam Pencegahan serta Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19).

“Yang tadinya fisik sekarang melalui Online, dengan Video Call untuk pencegahan Covid -19 yang semakin luas, Pembesuk tidak diperbolehkan masuk, kita sudah siapkan nomor yang bisa digunakan untuk Video Call. Ada 11 alat untuk komunikasi yang bisa dijadikan alat media berkunjung secara online,” Ucap Zulkarnain selaku kepala seksi kegiatan kerja sekaligus ketua tim koordinator pencegahan penanganan Covid-19. Senin, 23/03/2020.

Pembatasan bagi pengujungan tersebut diberlakukan sejak hari Rabu tanggal 18 – 31 Maret 2020.  Sesuai Surat Edaran Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum Dan HAM Banten Nomer  W12-14.OT.02.02 Tanggal 16 Maret 2020.

“Kebetulan dilapasan ini sudah seminggu sebelum dimulainya lockdown, itu kita sudah membentuk tiem pencegahan penanganan Virus Corona (Covid -19) kebetulan saya sendiri ketuanya,”tambahnya.

Ia juga menjelaskan ada beberapa bagian dari tim yang bertugas untuk pencegahan Virus Covid -19 yang berada di Lepas Kelas II A Cilegon.

“Kita dibagi tiga tugas, yang pertama Koordinator internal untuk sosialisasi warga binaan yang didalam, untuk yang kedua koordinator external itu untuk koordinasi ke instansi penegak hukum dan stakeholder lainnya, dan yang ketiga koordinator pencegahan dipintu masuk utama,”ungkapnya.

Ia juga menegaskan dalam perintah Kalapas, ada surat keputusan yang tidak memperbolehkan masuk Kedalam (Lapas) kecuali yang  sedang bertugas karena sesuai arahan dari ketua gugus pusat, Presiden ataupun masing masing Kepala Daerah.

“Setiap yang masuk kita periksa dan kita tanyakan, dan barang bawaannya juga kita periksa, dan kita juga jaga jarak minimal 1 meter  sampai 1 Meter setengah, dan kita semprot, adapun yang bisa masuk adalah petugas, dan wajib kita semprot ataupun kita suruh cuci tangan.”

“Adapun dari luar yang masuk itu bahan makanan dan itu supirnya kita suruh turun kita periksa, dan kita seprotkan disinfektan, chek suhu dan kita catat dalam buku laporan kita, dan kalau diatas 75 derajat calcius kita tidak perbolehkan masuk maupun itu petugas ataupun pekerja yang ada di dalam,” Tegasnya. (priadz)