Datangi Kantor Media, Humas Polda Banten, Tidak Ada Kriminalisasi Terhadap Wartawan.

68

Medianews.co.id, CILEGON – Terkait dengan surat panggilan dari Polda Banten kepada Asep wartawan faktabanten.co.id yang mendapatkan perhatian dari berbagai pihak telah menemui titik terang.

Pemberitaan yang berkembang terkait adanya dugaan kriminalisasi terhadap wartawan Asep disanggah oleh Polda Banten dengan mendatangi kantor redaksi Fakta Banten di Jalan Piranha, Kota Cilegon, Minggu (29/7/2018).

Dalam klarifikasi yang diberikan oleh Kabag Pengawas Penyidik Polda Banten AKBP Dadang Herli S, terkait dengan pemberitaan adanya dugaan kriminalisasi terhadap wartawan Asep itu tidak benar.

“Kami mengklarifikasi pemberitaan yang berkembang, bahwa penyidik melakukan panggilan kepada saudara Asep selaku wartawan, padahal yang kita layangkan adalah undangan untuk pemberian klarifikasi. Apalagi sampai ada pemberitaan untuk mengkriminalisasi jurnalis itu sangat jauh sekali,” katanya.

AKBP Dadang menerangkan bahwa surat yang ditujukan kepada wartawan Asep tersebut hanya merupakan bentuk undangan untuk memberikan klarifikasi atas adanya dugaan pelanggaran UU ITE.

“Ada perbedaan antara panggilan dan undangan dalam memberikan klarifikasi. Kalau panggilan, maka kalau tidak memenuhi itu ada konsekuensi hukum pidananya, penyidik punya kewenangan perintah membawa apabila dua kali dipanggil tidak memenuhi panggilan. Sedangkan undangan untuk memberikan klarifikasi, itu tidak ada konsekuensi hukum jika yang diundang itu tidak datang,” terangnya.

AKBP Dadang menjelaskan, permintaan keterangan tersebut dalam hal ini surat undangan dari Polda Banten yang diterima oleh wartawan Asep bisa disampaikan di kantor atau juga bisa disampaikan ditempat yang lain atau melalui telepon jika yang diundang tersebut berhalangan hadir.

“Perbedaan panggilan dan undangan klarifikasi, kalau panggilan itu masuk ke ranahnya penyidikan, sedangkan yang di layangkan oleh penyelidik adalah undangan klarifikasi merupakan langkah penyelidikan. Terus terhadap posisi saudara Asep ini hanya untuk memastikan penyidik apakah yang bersangkutan betul wartawan atau bukan, terus dari media Fakta Banten atau bukan. Kenapa itu diperlukan, karena akan ada perbedaan perlakuan asep secara personality dengan asep sebagai seorang wartawan, kalau ternyata betul dia memberitakan dalam posisinya sebagai jurnalis, maka dia akan dilindungi oleh undang-undang (UU) Pers, sebagai juga UU khusus sama dengan UU ITE, jadi tidak serta merta dia dapat menjadi saksi karena dia dilindungi oleh undang-undang itulah yang dibutuhkan sehingga penyidik tidak salah langkah dalam menentukan atau menganalisis perkara itu dan kedudukan saudara Asep,” jelasnya.

Dalam perkara yang melibatkan seorang wartawan, lanjut AKBP Dadang, Polda Banten tetap mengedepankan UU nomor 40 tahun 1999 tentang pers, selama wartawan tersebut dalam koridornya sebagai seorang jurnalis untuk mencari berita.

“Dengan kehadiran kami disini, kita sudah mendapatkan informasi bahwa saudara Asep itu benar wartawan dan dari manajemen fakta banten sudah membenarkan bahwa dia salah satu wartawan di Fakta Banten,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten AKBP Whisnu Caraka mengatakan viralnya pemberitaan terkait dengan adanya dugaan kriminalisasi wartawan Asep ini merupakan bentuk komunikasi yang terputus antara pihak kepolisian dengan wartawan.

“Yang jelas itu bukan merupakan pemanggilan, hanya undangan. Jadi undangan yang dilakukan oleh penyidik dari krimsus (Kriminal Khusus) itu ada miskomunikasi antara wartawan dengan penyidik (Kepolisian). Makanya kedatangan kami kesini untuk menyamakan persepsi, apa yang sebenarnya ingin disampaikan. Kedua kedatangan kami juga untuk silaturahmi dengan wartawan di Cilegon,” katanya.

AKBP Whisnu berharap dari pertemuan dengan wartawan di Cilegon ini dapat lebih mendekatkan hubungan baik antara Polda Banten dan wartawan di Banten.

“Harapan kami kedepan ada sinergitas yang mendalam, bukan hanya pada saat ada kasus seperti ini saja. Tapi wujudnya dalam bentuk diskusi, itu juga akan saling bertukar ilmu pengetahuan antara pihak kepolisian dengan wartawan. Bukan hanya pemberitaan, tapi ada diskusi yang lebih mendalam,” harapnya. (*)