Dewan dan Masyarakat Patungan Bangun Rutilahu

299

CILEGON – Berbagai prestasi ditorehkan Kota Cilegon tak pernah terhenti dimulai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai angka 98,99%. Baru-baru ini dapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada 2018. Dikenal dengan Kota Petro Dollar, Kota Baja, dan Smart City. Program Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan (DPW-Kel) yang turut diapresiasi berbagai pihak, karena dinilai berhasil mempercepat pemerataan pembangunan.

Prestasi dan predikat tersebut berbanding terbalik, saat Media News bersama Rahmatulloh mendatangi kediaman bapak Shaleh (60), pria paruh baya yang menempati rumah tidak layak huni, berlokasi di Lingkungan Sukalila, Kelurahan Panggungrawi, Jombang, Kota Cilegon.

Sementara itu, Mail Ketua Lembaga Pemerhati Masyarakat Sosial Mandiri (LPMSM) yang melakukan advokasi dengan tujuan mencari bantuan untuk membangun Rumah Layak Huni (Rulahu) bagi Keluarga Shaleh. Mengatakan, pihaknya bermula dari masukan masyarakat agar lebih memperhatikan rumah tidak layak huni di sekitar Sekretariat.

“Awalnya banyak masyarakat negur tolong diperhatikan rumah tidak layak huni itu, lalu saya koordinasi dengan temen-temen. Yang pertama dituju pak dewan Rahmatulloh ini,” kata pria yang akrab disapa Kang Mail, Senin, (3/12/2018) di lokasi pembangunan rumah.

Pihaknya lantas membantu dengan menyebarkan proposal kepada perusahaan-perusahaan Kota Cilegon, bahkan ke salah satu toko retail ternama.

“Kita sebarin proposal cuman dibawah pengawasan dari pak dewan ini. Karena saya bukan siapa-siapa. Ke perusahaan-perusahaan, ke Indomaret juga pernah tapi sempat dimarahin sama pak Bhabinsa disangkanya buat pribadi ternyata setelah ketemu akhirnya menyatu,” paparnya.

Mail telah berkoordinasi dengan pihak Kelurahan dan Kecamatan sehingga tercantum surat rekomendasi yang tertuang di proposal, hanya saja bantuan berupa materi ataupun meterial bangunan belum menerima.

“Kalo ke Kelurahan minta persetujuan dan Kecamatan, tapi untuk bantuan dari Pak Lurah dan Pak Camat saya belum nerima bentuk material bangunan atau materi sampai sekarang,” akunya.

Diketahui, Shaleh dengan pandangan mata rabun tinggal bersama Istri dan satu orang anaknya berusia 9 tahun dari lima bersaudar. Dua anaknya sudah menikah dan tinggal bersama keluarga barunya. Sehari-hari hidup dari belas kasih tetangga. Rumah baru yang akan ditempati Shaleh berdiri di atas Tanah Negara di atas bantaran kali.

Masih ditempat yang sama, Rahmatulloh Anggota Dewan Perwakilah Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Dapil Jombang-Purwakarta. Mengatakan, dirinya swadaya dalam membangun Rumah Layak Huni tersebut dikarenakan belum mendapat bantuan dari pemerintah.

“Saya kerjasama membangun ini karena belum menerima bantuan dari Kelurahan, Kecamatan, Dinas Sosial, dan Baznas. Saya minta orang-orang itu untuk turut membantu apapun bentuknya bersama mereka ini,” tegas Rahmatulloh, juga sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Cilegon.

Rahmat mengesalkan sikap Dinas yang dianggap seperti memusuhi LSM padahal untuk kepentingan membangun rumah layak huni yang memang membutuhkan agar cepat selesai.

“LSM itu jangan dimusuhi karena mereka membantu masyarakat, mestinya dibantu bukan dimusuhi. Cuman saya minta dibantu agar cepat jadi rumahnya, kasian,” kesalnya.

Pembangunan rumah tersebut dilakukan secara swadaya atau patungan antara Rahmatulloh dengan LPMSM, selain dari proposal.

Selain itu, Rahmatulloh turut mengkritisi sikap Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Cilegon dinilai terlalu prosedural sehingga makin menyulitkan proses percepatan pembangunan rumah.

“Saya minta sama Baznas jangan terlalu proposal dan sebagainya, sekalipun ini tanah Negara tapi ini kan orang. Gimanalah caranya cari celah supaya ini dapat bantuan. Jangankan buat proposal orang yang nempatin makan aja engga. Bantu dulu itu usuran belakangan, saya sebagai penjamin,” katanya.

Pemilik rumah, Sanah istri Shaleh saat dimintai keterangan mengaku baru mendapat satu kali bantuan berupa uang dan kartu BPJS miliknya masih aktif.

“Pernah dapat uang aja sekali, BPJS punya masih aktif. Sehari-hari ada aja rejeki mah yang ngasih. Saya seneng dibantu buat rumahnya,” kata Sanah.(Asp)