Di Duga Belum Mempunyai Izin Dari Lingkungan Setempat, PT BMTS Garap Perataan lahan.

81

Medianews.co.id,- Warga Link Gunung Asem, Kelurahan Lebak Denok Kecamatan Citangkil Kota Cilegon, Keluhkan adanya Aktifitas pemerataan tanah dari pihak perusahaan.

Diketahui Aktifitas pemerataan lahan tersebut menimbulkan keresahan terhadap masyarakat setempat, karena berjarak 1 meter dengan pemukiman warga. Aktifitas tersebut juga menimbulkan debu pasir serta kebisingan yang di timbulkan dari alat berat di gunakan.

Menurut informasi yang didapat, aktifitas pemerataan lahan tersebut diketahui akan didirikan untuk lahan workshop PT BMTS.

Seperti yang di ungkapkan, salah satu warga yang terdekat dengan lokasi aktifitas dari PT BMTS. Supandi mengeluhkan adanya aktifitas yang dilakukan Perusahaan dalam Pengerukan tanah yang menggunakan alat berat tersebut.

“Warga disini banyak yang mengeluhkan adanya aktifitas pengerukan tanah itu, termasuk saya yang terkena imbasnya debunya kemana mana,”keluhnya.

Ia menambahkan aktifitas yang dilakukan PT BMTS tersebut juga di duga tidak berizin, hanya melakukan perizinan lingkungan dari Pihak RT setempat secara lisan dan beberapa warga saja.

“Masa perijinannya hannya lisan saja, itu pun kepada ketua RT dan beberapa warga saja, tidak melibatkan warga yang lebih dekat dengan aktifitasnya, kita lah yang terkena dampak lingkungannya, setiap hari debu, kebisingan dari alat beratnya apalagi bekas kerukannya sampai menimbulkan jurang yang dalam, itu yang saya khawatirkan kepada anak anak kecil yang ada di lingkungan ini,”ucapnya.

Hal senada dikatakan Sarbini, dengan adanya aktifitas galian tanah tersebut dirinya sangat menyayangkan terhadap Perusahaan yang hanya meminta ijin dari pihak ketua RT setempat.

“Masa sekelas perusahaan PT BMTS, untuk perijinan nya hanya secara lisan saja ke RT, malah pihak kelurahan tidak mengetahui adanya aktifitas galian itu,”katanya.

Ditempat terpisah Asmari selaku ketua RT 08 Lingkungan Gunung Asem, Kelurahan Lebak Denok, saat di konfirmasi Membenarkan ada nya dari pihak perusahaan yang meminta ijin untuk aktifitas perataan tanah sebelum mendirikan workshop oleh perusahaan tersebut kepada dirinya.

“Untuk ijin hanya secara lisan kepada saya, dan disaksikan oleh beberapa warga, memang ada warga kami yang mengeluhkan adanya aktifitas pemarataan itu,”ucap RT.

Ada beberapa warga yang mengikuti pertemuan dari pihak warga setempat dengan pihak perusahaan.

“Ada sekitar 7 orang warga tidak semuanya, dan Pihak Perusahaan belum ada tembusan kepada pihak kelurahan, alesannya nanti dalam tahap kedua (perijinan) untuk pembangunannya karena sekarang hanya pemerataannya saja,”Ungkapnya.

Saat di konfirmasi melalui telepon selulernya, Pihak Kelurahan Lebak Denok, Halili, S Pd. M.Si mengatakan baru mengetahui adanya aktifitas pemerataan tanah yang ada diwilayahnya tersebut dari salah satu warga.

“Saya baru tahu, tadi ada warga kami yang memberitahu tentang aktifitas tersebut, memang belum ada kordinasi dari pihak warga ataupun perusahaan yang datang ke kantor untuk mengurus ijin lingkungannya, walaupun itu untuk pemerataan, ya tetap saja harus ada ijin lingkungan,”Tagasnya.(red)