Diduga Ada Pungli di Madrasah

29

Medianews.co.id,- CILEGON, – Salah satu sekolah Menengah Pertama berbasis madrasah Negeri di kota Cilegon, diduga memungut biaya ke siswa.
Pungutan biaya sekolah tersebut dilakukan kepada wali siswa melalui komite sekolah dengan berbagai ragam jenis biaya pembayaran hingga Jutaan Rupiah.

Menurut Ketua Komite saat ditemui di Sekolah berinisial SB menyebutkan terkait surat edaran pungutan biaya kepada siswa dirinya sudah menjalankan prosedur dan tahapan-tahapan sebagai komite sekolah.
“iya surat edaran ini benar dan sudah melalui rapat komite dengan wali murid dan kalo setuju atau tidak setuju akan saya ketrok palu”. ujar SB Ketua Komite Sekolah

Ditempat yang sama WS Selaku Wakaur Kurikulum sekaligus Ketua Koperasi Sekolah Madrasah menjelaskan terkait surat edaran tersebut sudah diketahui oleh Kepala sekolah.
“Surat edaran Pungutan biaya itu sudah diketahui oleh pihak sekolah dan kepala sekolah setelah itu baru rapat komite dengan orangtua murid”. Ungkapnya.

Sementara menurut Siti Bulkis Wakaur Humas mengungkapkan ada kesalahan terkait surat edaran tersebut.
“Memang harusnya ketua koperasi bukan komite, karena tergesa-gesa belum di rinci dan sudah tercetak banyak, dan memang yang dipermasalahkan itu kelas tujuh di tandatangani oleh komite harusnya ketua koperasi”. Ungkapnya

Sementara menurut Kepala Seksi Penma Titim Fatima terkait manajemen operasional dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Sekolah Madrasah Menengah dirinya mengatakan tidak mengetahui.
“kalo dana BOS untuk Madrsah Menengah Negeri tidak ada kaitannya dengan kita karena dari pusat, kalo yang swasta iya di kita”. Ujarnya.

Sementara menurut Mahfudin Kepala Kemenag Kota Cilegon saat di konfirmasi melalui pesan Whatsapp mengatakan terkait hal tersebut akan memanggil Kepala Sekolah untuk di konfirmasi kebenarannya.
“Saya akan panggil kepala sekolahnya untuk di mintai keterangannya terkait yang dilakukannya, dan jika terbukti menurutnya akan dilihat berdasarkan PP No.53 Tahun 2010”. Pungkasnya

Sementara Hingga di turunkannya berita ini pihak Kepala Sekolah belum dapat di konfirmasi.(tim/red)