Diduga Pekerjaan Tidak Sesuai RAB, LSM Bentar Gelar Unjukrasa Di Kantor PUPR Lebak

985

Medianews.co.id-Kab. Lebak, Puluhan massa yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Benteng Aliansi Rakyat (Bentar), kembali menggelar aksi unjukrasa di depan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lebak, Selasa (13/02/2018).

Kali ini dalam aksinya, LSM Bentar menuding ketidak becusan Dinas PUPR Lebak dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan jalan betonisasi pada ruas jalan Curugbitung-Sajira, Bojongleles-Cileles-Gunungkencana-Banjarsari dan Cijaku-Malingping, yang diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan tidak di gunakannya wire mesh atau besi anyam, tidak adanya pemadatan Jalan, pekerjaan laston yang asal-asalan hingga tidak adanya pengurugan bahu jalan (Bereum).

Koordinator Aksi, Agus Laga Timorriko dalam orasinya mengatakan, Dinas PUPR Lebak pada 2017 lalu juga telah mengucurkan dan mengelola anggaran Pembangunan Jalan dan Jembatan Perdesaan (Hotmik) di Kampung Pasir Eurih – Kp. Bareno, Desa Bojongcae, Kecamatan Cibadak dengan nilai kontrak Rp. 771.193.000.- Namun, dalam pelaksanaan pekerjaannya diduga tidak sesuai dengan spek teknis atau RAB seperti halnya tidak adanya pekerjaan pasangan gorong-gorong, tidak adanya pekerjaan plat decker, kurangnya volume pekerjaan Turap Penahan Tanah (TPT) serta kurangnva ketebalan jalan hotmik sehingga mengakibatkan buruknya kualitas jalan.

Atas dugaan tersebut, lanjut Agus, LSM Bentar menuntut Kepala Dinas PUPR Lebak untuk mundur dari jabatannya. Karena, Pihak Dinas PUPR dalam proyek tahun 2017 di nilai tidak becus dalam mengelola anggaran dan lemah dalam pengawasan .

“Ini ketidak becusan Dinas PUPR Lebak dalam mengelola anggaran dan sangat lemah dalam melakukan pengawasan. Kami minta Kepala Dinas PUPR Lebak untuk mundur dari jabatannya,” teriak Agus.

Senada dikatakan pengunjukrasa lainnya. Arif. Menurutnya, kerusakan jalan yang terjadi diruas jalan Rangkasbitung -Leuwidamar tepatnya di Kampung Bangkalok sampai perbatasan Cisimeut diduga sengaja dibiarkan rusak oleh Dinas terkait tanpa adanya pemeliharaan atau perawatan, padahal, kata Arif, APBD setiap tahunnya sudah menganggarkan dana yang cukup besar untuk pemeliharaan jalan dan jembatan.

Masih kata Arif, kondisi jalan yang seperti itu menandakan ketidakmampuan Kepala Dinas PUPR Lebak dalam mengelola anggaran dan lemah melakukan pengawasan. Kondisi ini diperparah lagi, lanjut Arif, dengan prilaku dari oknum pegawai Dinas PUPR yang berkoorporasi dengan pelaksana kegiatan (Pengusaha -red) dalam melakukan dugaan korupsi massif sehingga terindikasi merugikan keuangan Negara.

“Kami dari LSM Bentar Kabupaten Lebak mendesak aparat penegak hukum di jajaran Kepolisian dan Kejaksaan untuk segera melakukan penyelidikan atau penyidikan serta menuntaskan dugaan kasus korupsi yang terjadi di Dinas PUPR Kabupaten Lebak,” ucap Arif dalam orasinya (Red/Ujang Iskandar)