Diduga Proyek “Siluman” Kembali Ada dilokasi TPS 3R Perumnas.

62

Medianews.co.id,- Cilegon- Proyek pembangunan pagar dan pemasangan paving block dalam yang berada dilokasi Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) 3 R Berbasis Masyarakat, Link Perumnas Bumi Cibeber Kencana (BCK), Kelurahan Cibeber, Kota Cilegon, tanpa memasang papan proyek alias “Siluman.” Hal tersebut diduga dilakukan para oknum Kontraktor nakal agar sulit dikontrol masyarakat, baik dari segi anggaran, waktu pekerjaan serta mutu pembangunan.

Menurut informasi warga Ali Usman dan sekaligus salah satu pemerhati pembangunan kota Cilegon mengatakan, Pembangunan pagar serta pemasangan paving block dalam dilokasi tersebut sudah berjalah hampir dua puluh hari, dan diduga sebagai trik para kantraktor untuk tidak termonitoring besar dan sumber anggarannya.

“Proyek yang dikerjakan tanpa menggunakan papan nama itu diduga indikasinya sebagai trik untuk membohongi masyarakat agar tidak termonitoring besar anggaran dan sumber anggaran nya apalagi dilokasi ada dua pekerjaan, pemasangan pagar dan paving block,” tegas salah satu warga.

Ia juga sangat menyayangkan padahal aturan tersebut sudah jelas tertera dalam UU No. 14 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Selain UU KIP, ada beberapa aturan lain yang mempertegas tentang transparansi pelaksanaan program pemerintah.

“Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan, sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan,” ucapnya.

Saat ditemui Eko, selaku pengawas dilapangan mengatakan “Untuk papan informasi sudah ada, namun belum dipasang, saya tidak tau ya dari kantor kayanya lagi dibikin, ini pelaksananya pa haji Han orang serang, temennya pa Edi Gultom, PT nya saya juga belum tahu, saya hanya ditugasin disini saja pa,”katanya.

Ia juga membenarkan pelaksanaan kegiatan pembangunan Pagar di lokasi TPS 3 R tersebut sudah berjalan dua minggu.

“Detailnya saya belum melihat masalahnya untuk papan informasinya, kayanya sih 30 hari kerja, tapi saya belum cukup jelas sih, anggarannya juga belum tahu, tapi pekerjaan ini sudah ada hampir dua mingguan,”terangnya.

Adapun secara teknis, aturan tentang pemasangan papan pengumuman proyek biasanya diatur lebih detail oleh masing-masing Provinsi dan Kabupaten/Kota. Berarti jika di lapangan terdapat sebuah proyek yang tidak menyertakan papan pengumuman proyek, sudah jelas menabrak aturan.

Padahal, transparansi anggaran sudah menjadi keharusan dilaksanakan pemerintah dalam menjalankan program kerjanya. Dimulai sejak awal sampai akhir sebuah proyek yang dilaksanakan pemerintah. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan tender, sampai pelaksanaan proyek.(priadz)