DINAS KEHUTANAN PROVINSI JABAR SAMBUT BAIK PROGRAM BAJU BAJA – HIJAU LESTARI INDONESIA

258

Medianews.co.id,- Bandung -Bertempat di Aula Utama kantor dinas kehutanan Provinsi Jawa Barat dijalan Soekarno Hatta No.751 Bandung, panitia pelaksana Program Bambu Juara Bambu Jawa Barat (BAJU BAJA) yang dipimpin oleh Oki Hikmawan serta didampingi oleh Maulana Hidayat selaku wakil Ketua, serta Iyan Rafiyan sebagai pengarah kegiatan sekaligus menghadiri kegiatan expose kegiatan BAJU BAJA. Bandung, 12/02/2019.

Ketertarikan serta Audensi yang dilakukan untuk tindak lanjut dari irisan program yang akan berkolaborasi dengan lima Dinas Terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dalam kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Kehutanan Jawa Barat, Ir.Budi Juanda MM, dan hampir seluruh bidang dilingkungan hadir bersama BP DAS dan beberapa steak Holder Dinas Kehutanan.

”Kami merasa bangga akan program yang di kaitkan dengan konservasi dan pemberdayaan masyarakat desa diwilayah Jawa Barat,” Ucap Ir.Budi Juanda disela rapat koordinasi.

Hadirnya Hijau Lestari Indonesia sebagai penggagas program merupakan bagian dari menciptakan peluang Konservasi dimana Jawa Barat memiliki 9011 Hektar area sebagai lahan keritis dan 30 persen

“harus segera dilakukan perbaikan secara cepat,” tambah Budi.

Selain itu Ir. Budi Juanda MM selaku Sekdif Kehutanan Provinsi Jawa Barat menegaskan keberadaan Lembaga Swadaya Masyarakat yang berperan penting dalam meningkatkan proses penanganan laha konservasi.

“Program Baju Baja ini menjadi tolak ukur bagi peningkatan Hutan Rakyat dalam potensi Perekonomian Jawa Barat pada umumnya, Senada dengan prospek kedepan pembentukan Ekonomi kerakyatan yang akan dilakukan Baju Baja diarahkan untuk berkolaborasi dengan Dinas UMKM sebagai bagian program untuk sinergitas menjadi bagian soko guru ekonomi rakyat Jawa barat,” tegasnya.

Selain potensi penyebaran bibit Bambu di provinsi Jawa Barat maka program ini akan berkolaborasi dengan BP DAS dalam penanggulangan penanaman di garis sempadan sungai di seluruh wilayah Jawa Barat terutama di Hulu sungai untuk perbaikan potensi Air sebagi bagian dari konservasi tepat sasran.

Iyan Rafiyan sebagai pengarah program menyampaikan di akhir kegiatan bahwa BAJU BAJA adalah sebuah bentuk sinergitas masyarakat yang peduli dan berkontibusi secara langsung bagi perbaikan Alam Jawa Barat pada khususnya.

“Arahan serta petunjuk dan fasilitas pemerintah daerah merupakan bentuk kolaborasi yang baik dalam membentuk sebuah program yang berkesinambungan bagi Hijau Lestastari Indonesia dan Dinas kehutanan Jawa Barat secara efektif dan Efisien,” ungkap Iyan Rafiyan.

Ia juga berharap potensi Hasil Hutan Bukan kayu dan utamanya Bambu dapat berperan penting sebagai kearifan lokal yang memiliki peranan penting dalam menjaga struktur Ekonomi bagi masyarakat pada umumnya.
Sambutan yang baik Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat akan ditindak lanjuti dengan perumusan kegiatan bersama dengan panitia pelaksana program Baju Baja untuk menghasilkan Bambu yang bukan hanya sekedar penjaga lahan kritis namun menghasilkan potensi ekonomi bagi Pelakunya.(MH)