DPP brigade Al-Khairiyah: Dorong Pemkot Cilegon Untuk Serius Mengatasi Pengangguran.

61

Medianews.co.id,- CILEGON- Masih tingginya angka pengangguran di Kota Cilegon, dianggap sangat tidak logis dan tidak sejalan dengan keberadaan ratusan industri besar padat modal di kota industri tersebut.

Adanya program rutin rekrutmen tenaga kerja yang dilakukan oleh kalangan industri, terlebih baru-baru ini PT. Latinusa Tbk, PT. Nippon Steel, PT Krakatau Posco juga melakukannya. Sehingga adanya peluang tersebut, kalangan industri di Kota Cilegon didesak oleh beberapa elemen masyarakat Cilegon untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal, sebagai upaya konkrit mengurangi angka pengangguran.

“Sikap Brigade Al-Khairiyah terhadap pemangku kebijakan atau direksi industri khususnya PT. KS dan Posco harus selektif dalam perekrutan tenaga kerja untuk lebih mengutamakan warga pribumi Cilegon yang diharapkan bukan berkedok darah pribumi,” ungkap Ketua DPP Brigade Al-Khairiyah, Anwar Musadad, Sabtu (18/5/2019).

Menurut pria yang merupakan adik kandung Ali Mujahidin ini menilai pengangguran yang tinggi di Cilegon suatu kompleksitas permasalahan sosial yang semakin rumit dalam satu dekade terakhir ini. Maka perlu implementasi yang real dilakukan oleh kalangan industri.

“Adanya perekrutan tenaga kerja oleh industri diharapkan mampu memberikan alternatif terobosan baru dalam pemberdayaan masyarakat miskin karena tidak bekerja. Dalam menjaga eksistensinya, perusahaan tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat yang ada di sekitarnya. Harus ada hubungan resiprokal (timbal balik) antara industri dengan masyarakat sebagai pasangan hidup yang saling memberi dan membutuhkan,” jelasnya.

“Kontribusi dan harmonisasi keduanya akan menentukan keberhasilan pembangunan. Dua aspek penting harus diperhatikan agar tercipta kondisi sinergis antara keduanya sehingga keberadaan perusahaan membawa perubahan kearah perbaikan dan peningkan taraf hidup masyarakat,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Kang Adad ini juga membeberkan histori persoalan-persoalan terjadinya miss antara pihak industri dan masyarakat di sekelilingnya. Sehingga hal itu harus dihindari oleh pihak industri, salah satunya dengan mempekerjakan masyarakat sekitar.

“Yang berskill dan non skill bisa dilatih harus di utamakan oleh perusahaan kalau memang serius ingin mengatasi persoalan pengangguran di Cilegon, oleh karena itu pemengku kebijakan perusahaan, pemerintah dan unsur lingkungan tentunya harus senergi,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua LSM Porpec, Heryadi yang menilai kebijakan industri selama ini masih tebang pilih dan menciptakan kesenjangan bagi masyarakat Cilegon.

“Wilayah Cilegon seperti Citangkil, Ciwandan, Purwakarta, Grogol dan Pulomerak adalah daerah yang banyak penindustrian. Namun kami menganggap hal ini menjadi kesenjangan sosial secara umum. Belum merata, karena kebijakan industri hanyalah memprioritaskan Ring 1 atau warga kelurahan setempat,” ungkapnya.

“Tapi kesempatan bagi warga Cilegon selatan seperti di Cikerai, Cibeber rata rata warga masih dibawah garian kemiskinan, dan rata rata banyak tenaga kuli dan berkebun dan serabutan.
Kami harap Cilegon yang terdiri dari 8 kecamatan, pihak industri harus teliti dan adik dalam rekrutmen tenaga kerja yang berkeseimbangan dengan yang lainnya,” imbuhnya.

Heryadi juga mendukung sikap DPP brigade Al-Khairiyah untuk bersama-sama mendorong good will industri dan Pemkot Cilegon untuk serius mengatasi pengangguran.

“Kami harapkan Kang Adad harus mendesak Pemkot dan kepada kalangan industri khususnya PT. Krakatau Stell dan PT. Posco agar diharapkan terbuka hati untuk memberikan prioritasnya kepada warga pribumi sebagaimana dikatakan Ketua DPP Brigade AK, bahwa warga pribumi yang bukan berkedok darah pribumi. LSM Porpec siap membela warga pribumi di garda terdepan melakukan pembelaan,” tegasnya.(red)