HMI Desak Kejari Lebak Tuntaskan  Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Gajrug

1063

Medianews.co.id – Lebak Banten, Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Lebak melakukan aksi unjukrasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak, Senin (30/04/2018).

Dalam aksinya, massa HMI mendesak pihak Kejari Lebak segera memproses hukum kepada pihak rekanan yang terlibat dalam pembangunan pasar Gajrug di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak. Sebab, pembangunan pasar Gajrug yang bernilai miliaran rupiah dari APBN Kementerian Perdagangan RI Tahun Anggaran 2016 dinilai tidak maksimal dan banyak kejanggalan.

“Pasar adalah tempat dimana masyarakat kelas bawah, menengah bahkan kelas atas melakukan transaksi jual beli. Pasar pun mempunyai peran strategis bagi daerah, karena keberadaan pasar tradisional dapat menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi dan sosial. Namun, dirasa pembangunan pasar Gajrug menjadi soal mendasar karena pembangunan yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat itu hanya mimpi belaka,” kata Korlap aksi, Embuh Cahyana.

Masih katanya, pembangunan pasar Gajrug yang didanai oleh APBN tahun 2016 itu merupakan pasar kelas A dan mempunyai standar SNI dengan anggaran senilai kurang lebih Rp.18 miliar itu dalam pekerjaannya mangkrak dan hanya menyerap anggaran 11 miliar atau sekitar 60% dan jauh dari realisasi fisik yang ada.

“Kami dari HMI meminta kepada Kejaksaan Negeri Lebak agar secepatnya memproses rekanan yang terlibat dalam pembangunan pasar Gajrug, perlu kita ketahui dengan anggaran yang berjumlah miliaran dari Kementerian Perdagangan tidak terealiasikan dengan semestinya dan banyak kejanggalan-kejanggalan yang harus di usut tuntas oleh Kejaksaan Negeri karena boleh kita katakan ini ada indikasi korupsi,” paparnya

Untuk itu, lanjut Embuh, HMI Cabang Lebak menuntut agar Kejaksaan Negeri Lebak mengusut tuntas adanya indikasi korupsi pada pembanganunan pasar Gajrug tersebut.

“Tegakan hukum yang semestinya, pihak kejaksaan negeri jangan mau diiming-imingi dan tidak memihak dalam penanganan dugaan korupsi pasar Gajrug ini. Kami siap mengawal Kejari Lebak dalam membasmi dan melawan mafia proyek, buktikan bahwa hukum tidak pandang bulu meskipun langit runtuh hukum harus tetap di tegakan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Lebak, Lukman Harun Biya, mengungkapkan, Kejari Lebak tengah mendalami penanganan kasus pembangunan pasar Gajrug di Kecamatan Cipanas, tahun 2016 lalu.

Menurutnya, penanganan perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan pengumpulan data juga keterangan kepada pihak terkait yang terlibat dalam pembangunan pasar Gajrug. Dijelaskan, dalam tahap penyelidikan dan pulbaket itu, lanjut Lukman, pihaknya belum dapat menyimpulkan adanya kerugian keuangan negara ataupun perbuatan melawan hukum.

Kendati demikian, sambung Lukman, untuk mengetahui apakah ada kerugian keuangan negara atau penyelewengan anggaran pada pembangunan pasar itu, Kejari Lebak akan menggandeng BPKP ataupun BPK RI sebagai instansi berwenang menghitung kerugian keuangan negara.

“Kedatangan HMI tadi untuk mendukung Kejari Lebak mengusut tuntas perkara pembanngunan pasar Gajrug. Kami sudah memanggil dan memintai keterangan dari sejumlah pihak terkait perkara pembangunan pasar Gajrug antara lain, pihak Dinas dan Kontraktornya,” tutur Kasi Intel Kejari Lebak usai menerima perwakilan massa HMI Lebak di ruang kerjanya. (Ujang Iskandar)