Jokowi, PT Candra Asri adalah Pionir Industri Petro kimia yang ada di Tanah Air

47

Medianews.co.id,- CILEGON,– Presiden RI Joko Widodo menghadiri acara peresmian pabrik baru Polyethylene PT Chandra Asri Asri Petrochemical Tbk di Ciwandan Kota Cilegon, Jumat (6/12).

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, pembangunan pabrik baru Polyethylene PT Chandra Asri Asri Petrochemical Tbk merupakan langkah konkret yang tepat. Jokowi mengungkapkan, dirinya enggan menghadiri acara – acara yang sifatnya hanya groundbreaking saja.

“Seperti ini yang kita perlukan oleh Negara kita, bukan wacana – wacana saja, Pak saya mau membangun pabrik kimia, tapi saya tunggu tunggu lima tahun, bangun satu saja enggak. Saya sampaikan, saya akan datang kalo pabriknya sudah jadi dan beroprasi itu baru bener, kalau groundbreaking saya sudah tidak mau, saya naro batunya, batunya sudah ditaro saya tunggu lima tahun koq gak pernah diundang pembukaan, ternyata diteruskan juga tidak,” katanya.

Dikatakan Jokowi, salah satu masalah besar yang dihadapi oleh Negara saat ini adalah transaksi berjalan defisit perdagangan, karena barang-barang yang di produksi didalam negeri bahan bakunya kebanyakan masih impor, termasuk didalamnya yang paling besar adalah petro kimia.

“Yang namanya impor minyak dan gas, yang paling besar yang memberatkan necraca perdagangan kita. Dan kita tau semuanya, PT Candra Asri ini adalah pionir industri petro kimia yang ada di tanah air,” ujarnya.

Presiden berharap, dikarenakan impor di bidang Petro Kimia masih besar, diharapkan bahwa investasi, penanaman modal yang terus menerus di bidang ini harus terus diberikan ruang agar nantinya impor bahan-bahan Petro Kimia betul-betul di stop dan bisa ekspor kedepannya.

“Feeling saya mengatakan, 4 atau 5 tahun lagi kita sudah tidak mengimpor lagi yang namanya bahan bahan petro kimia. Bahwa Candra Asri akan investasi lagi 60 – 80 trilyun. Yang tentu akan menghasilkan produk jutaan ton. Kita masih defisit 193 trilyun, kita bisa membuat kenapa harus impor. Yang seperti ini satu persatu akan saya lebih detail dan akan kita selesaikan. Ekspor bahan kimia kita mencapai 124 trilyun sementara impor bahan kimia kita 317 triltun, jadi defisitnya 193 T, besar sekali, kita harapkan investasi berikutnya dari candra asri sudah bisa menyelesaikan, ini yang kita harapkan,” harapnya.