Salah Satu Kader PDI-Perjuangan Kota Serang Diindikasi Menghasut Narasumber Untuk Tidak Mempublis Ke Media

1085

Medianews.co.id_Serang, Dila Salah satu anggota dari Kader PDI-Perjuangan Kota Serang, diindikasi telah menghasut narasumber untuk tidak mempublis kembali ke media.
Diketahui dari pemberitaan sebelumnya Rumah Sakit SA Kota Serang yang terindikasi telah menahan jenazah Almarhum Wahyu hingga tertahan beberapa jam setelah meningal dunia dikarenakan pihak keluarga belum bisa melunasi sisa administrasi biaya pengobatan sebesar 400 ribu rupiah.

Baca, https://www.medianews.co.id/berita-utama/biaya-kurang-jenazah-diindikasi-ditahan-oleh-pihak-rs-sari-asih-serang.html

Sesuai yang diungkap Ulfah sebagai keluarga almarhum Wahyu mengatakan, Dila kerabat jauh dari almarhum,  meminta kepada dirinya agar tidak mempublis dimedia kembali, (02/01/2018).
“Iya mba, mba Dila bilang ke saya dengan masalah ini, jangan sampe dipublis di Media soalnya ini menyangkut keluarga Almarhum dan jika sudah dipublis pasti nanti akan malu,” Kata Ulfah dengan nada sedih.
Ia menambahkan dirinya terpaksa meminta bantuan kepada pihak kontrol sosial, agar tidak ada lagi permasalahan yang menimpa salah satu keluarganya terulang kembali, agar masyarakat yang tidak mampu, tidak diperlakulan seperti yang terjadi pada dirinya.
“Saya meminta bantuan ke bang Samsul (ketua LSM Gemma Banten), supaya masyarakat yang tidak mampu tidak diperlakukan seperti ini lagi dan agar pihak management rumah sakit mampu memiliki sifat Sosial, dan saya berharap dengan adanya pemberitaan ini pihak rumah sakit mampu meminta maaf kepada pihak Keluarga Almarhum yang sangat tidak terima dengan diperlakukan seperti ini” tambah Ulfah.
Sementara itu Alisuro selaku Dewan Kota Serang dari Fraksi PDI-Perjuangan saat Di koonfirmasi melalu pesan singkat Whatshap membenarkan, Dila adalah bagian dari Kader sayap PDI-Perjuangan.(03/01/18).
“Iya benar Dila adalah Kader sayap di PDI-Perjuangan, dan saya ketuanya” jawab Alisuro di pesan singkat Whatshap.
Diwaktu yang berbeda, Dila saat dikoonfirmasi melalui pesan singkat whatsahp juga enggan berkomentar, dengan alasan inti bagian dari Privasinya.
“Maaf mba saya punya hak tolak untuk dipublikasi dan itu sudah menjadi hak saya karna ini menyangkut Privasi saya,”ujarnya melalui pesan singkat whatshap.(04/01)
Sementara itu Samsul ketua dari LSM Gemma Banten angkat bicara adanya permasalahan yang terjadi di rumah sakit Kota Serang Provinsi Banten serta mendesak kepada pihak instansi agar menindak lanjuti permasalahan tersebut.
“Dengan adanya kejadian ini, saya selaku Ketua di LSM Gemma Banten sangat menyayangkan, jika hal seperti ini tidak ditindak lanjuti oleh intansi terkait apa lagi saya tau dari awal permasalahaan ini langsung dari Keluarga sumber,” Ucap Samsul dengan tegas.(04/01)
Samsul juga menambahkan agar pihak Rumah Sakit Sari Asih Serang segera meminta maaf kepada keluarga korban secara tertulis.
“Seharusnya pihak rumah sakit cepat menyikapi hal ini jangan berlarut-larut dan segera meminta maaf kepada keluarga Almarhum, karena Setandart Oprasional Proses yang mereka terapkan tanpa ada sisi sosialnya sama sekali, cuma gara-gara pembayaran yang kurang 400 ribu aja jenazah nyampe ditahan dan hal itu sangat tidak Wajar,” Tandas Samsul.

(Red)