Kinerja Kepala Dinas Perhubungan Kota Cilegon Dipertanyakan

874

Medianews.co.id – Cilegon, Adanya dugaan indikasi Karcis parkir RSUD Kota Cilegon yang tidak resmi menuai banyak pertanyaan dari golongan masyarakat.

Sesuai yang diungkap Hasan salah seorang pengunjung RSUD Kota Cilegon.Dirinya setiap parkir dirumah sakit yang berada diwilayah Kota dan Kabupaten yang ada di Wilayah Profinsi Banten selau mendapatkan tiket yang menggunakan Tolget dan berbeda dengan tiket yang digunakan oleh petugas parkir RSUD Kota Cilegon. (9/3)

“Biasanya saya kalau mau ngebesuk saudara ataupun teman yang dirawat di Rumah Sakit selalu diberikan tiket Plang Otomatis yang dari sistem, tetapi di RSUD Kota Cilegon ada alatnya tetapi tidak digunakan malah menggunakan karcis yang manual seperti ini.” Jelas Hasan

Hasan pun menyayangkan di lahan pemerintah Kota Cilegon masih ada Karcis Parkir yang diindikasi tidak jelas ini.

“Sangat disayangkan tiket parkir yang berada di lahan pemerintah Kota Cilegon tetapi karcisnya manual seperti ini, padahal Kota Cilegon terkenal Kota Industri jadi hal yang mustahil pemerintah setempat tidak memperhatikan hal yang sepele seperti ini, ya minimal mesin karcis otomatisnya di benerin jadi bisa berfungsi dan Pihak Pemerintah juga bisa memantau berapa pendapatan parkir per harinya jangan manual seperti ini, kan sangat mudah untuk dikelabuhi pendapatan parkir perharinya oleh Oknum yang tidak bertanggung jawab”tegas Hasan.

Di lain tempat, Ketua LSM Kota Cilegon TOPAN RI Adi Acong. Dalam menyikapi adanya permasalah Karcis parkir RSUD Cilegon yang diduga tidak resmi mengatakan, agar Dinas Perhubungan Kota Cilegon segera menindak lanjut pemberitaan tersebut dan jangan saling melimpahkan kewenangannya.

“Pak Kadis seharusnya mengkroscek ke lapangan. Benar atau tidak informasi tersebut, jangan apa apa di limpahkan kepada Kabid LLAJ, dan yang saya tahu, Kabid LLAJ tidak ada hubungannya dengan UPT Parkir, Karna UPT Parkir langsung dibawah naungan Kepala Dinas,” kata Acong.

Ia menambahkan seharusnya Kepala Dinas Perhubungan Kota Cilegon dapat memberikan tugas sesuai dengan fungsinya masing-masing.

“Sudah bukan rahasia umum lagi siapa yang berperan di Dinas Perhubungan Kota Cilegon, seharusnya pak Andi Afandi memberikan tugas kepada Kabid dan Kasinya sesuai dengan tugas dan fungsinya, jangan seperti ini apa-apa dia (UD), apa-apa dia, nah yang lain kerjanya apa,”tambahnya.

Masih lanjut Acong, Padahal sudah jelas jika masalah Parkir Harus ke UPT Parkir (A.Biben) bukan di arahkan ke Kabid LLAJ (Uteng Dedi).

“Saya juga heran itu UPT Parkir Kenapa Kadis mengarahkan Ke Uteng, kan yang bertanggung jawab Biben kenapa harus nemui Uteng?, disitu aja udah jelas siapa yang menjadi kepala dinas yang sebenarnya.”Jelas Acong dengan nada tegas.

Ditempat terpisah Ketua umum Ormas Badak Banten Buya Sujana Karis, mengkritisi sistem fungsi kepala Dinas Perhubungan Kota Cilegon yang terkesan tidak responsif terhadap informasi yang ada dilapangan.

“Saya anggap Andi Afandi selaku Kepala Dinas Perhubungan Kota Cilegon itu tidak responsif dengan apa yang terjadi dilapangan, saya anggap Kadis yang seperti itu tidak layak menjadi seorang Pimpinan.”

Masih lanjut Buya Karis “jika seorang kepala dinas yang mempunyai kebijakan penuh di institusinya seharusnya dia yang memiliki hak untuk menjelaskan kepada teman-teman yang memeprtanyakan, jangan di arahkan ke bawahannya yang bukan bagiannya, dari DPC Badak Banten juga sudah melayangkan surat ke DISHUB Kota Cilegon perihal tersebut, dan kita tunggu jawabannya,” Tegas Buya Karis.