Kombes Dwi Setiyadi Berpesan Saol Hoax

814

Medianews.co.id – Jakarta, Kepala Bagian Perencanaan Biro Perencanaan dan Administrasi (Kabagren Rorenmin) Lemdiklat Polri, Kombes Pol Drs. Dwi Setiyadi, SH. M.Hum menyampaika pentingnya dalam Upaya menggunakan media sosial agar kita mampu menyaring mana informasi Hoax dan mana berita yang sesuai faktanya dengan mewujudkan masyarakat yang baik dan bijak dalam pemahaman informasi di media sosial.(14/03)

“Kemungkinan kemunculan berita hoax karena keinginan mengeksplor, mengeksploitasi rasa kekecewaan, kebencian, ketidakseimbangan, ketidakadilan, dan bentuk-bentuk penindasan serta motif lainnya. Arus informasi yang deras yang mudah diakses dan disebarkan melalui media sosial dan lain-lain, Baik dalam bentuk tulisan maupun lisan. Berita yang bertanda hoax akan semakin digemari masyarakat ketika kita sendiri menyalah tafsirkan muatan pesan yang sesungguhnya,” ujarnya

Mantan Irwasda Polda Sulteng ini juga menambahkan, berita yang membelok dari fakta sesungguhnya atau memang yang sengaja dihembuskan sebagai berita hoax. Atau mungkin berita yang memang benar faktanya namun dianulir sebagai berita hoax.

“Masyarakat kita sudah tidak bisa dibodohi lagi. Bagaimana masyarakat pada umumnya untuk melakukan perlawanan terhadap hoax. Seyogyanya berita yang tersebar melalui media sosial hendaknya dipahami dulu apakah berita tersebut dapat menggangu privasi seseorang atau kelompok atau organisasi/instansi tertentu,” lanjutnya

Masih lanjut Kombes Pol Drs. Dwi Setiyadi, SH. MHum, Akpol angkatan 88 yang mempunyai Istri bernama Siti Widiati SE dikarunia 2 orang anak, perempuan dan laki-laki dan Cucu 1 perempuan ini, mengatakanberita yang semakin diminati dan disukai untuk dibaca justru berita hoax itu yang mendatangkan komentar yang semakin mendiskreditkan, kemunculan asumsi dan persepsi jangan-jangan iya atau benar, apa iya sih, masa begitu dan lain-lain.

“Kita tahu bahwa masyarakat kita sudah tidak asing dengan cerita, berita, atau informasi di lingkungan eksekutif, legislatif dan yudikatif serta di lingkungan masyarakat itu sendiri,” lanjutnya

Peran aktif masyarakat untuk turut serta mengantisipasi, mengeleminir berita hoax, lanjutnya, dapat pula melalui tanggapan yang menyejukkan, yang menyuarakan pesan dan kesan positif dan konstruktif terhadap berita hoax.

“Hati-hati dengan penyebaran dan pemelintiran tanggapan kita oleh orang atau kelompok tertentu yang memang sengaja menjebak, sengaja ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa kita,” tutupnya. (Red/Znd)