KS TUBUN PAHLAWAN REVOLUSI NASIONAL INDONESIA

14

Medianews.co.id,- Kalteng,- Menyambut tanggal 30 September 2019 besok, mengingatkan kita pada sosok Polisi yang merupakan seorang Pahlawan Revolusi yang gugur pada saat Gerakan 30 September atau disingkat G30S/PKI. Minggu, 29/9/19.

Aipda (Anumerta) Karel Satsuit Tubun atau yang lebih sering disebut KS Tubun merupakan seorang Pahlawan Revolusi.
KS Tubun menjadi korban dalam tragedi berdarah Gerakan 30 September (G30S).

KS Tubun meninggal pada 1 Oktober 1965 sebagai korban tragedi berdarah G30S, dua pekan sebelum ulang tahunnya yang ke-37.
Saat itu, KS Tubun tengah berjaga di rumah Wakil Perdana Menteri Johanes Leimena.

Ketika pasukan penculik G30S hendak menculik Jenderal AH Nasution di Jalan Teuku Umar, sebagian pasukan hendak melumpuhkan pengawalan yang menjaga rumah Johannes Leimena yang letaknya berdekatan dengan rumah Nasution.

Saat itu, KS Tubun mendapat giliran untuk berjaga di pos jaga, sedangkan teman-temannya di tempat lain. KS Tubun dikeroyok satu Truck orang penculik namun memberikan perlawanan yang gigih sehinga dapat membunuh 4 orang penculik namun karena banyaknya para penculik kemudian mereka menghabisi nyawanya dengan peluru panas.

Pada 5 Oktober 1965, KS Tubun ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi berdasarkan Surat Keputusan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia/Komando Operasi Tinggi (KOTI) nomor 114/KOTI/1965 pada 5 Oktober 1965.

Selain itu, pangkatnya dinaikkan menjadi Ajun Inspektur Polisi II. KS Tubun dimakamkan ke Taman Makam Pahlawan di Kalibata, Jakarta Selatan. Nama KS Tubun juga banyak dipakai sebagai nama jalan di berbagai kota di Indonesia. KS Tubun juga merupakan polisi pertama yang dianugerahi gelar pahlawan.

Menurut Kabid Humas Kombes Pol H Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H, menyampaikan bahwa perlawanan dan kepahlawanan KS Tubun ini patut ditiru oleh Polisi saat sehingga bangsa ini bangga dan kuat, Minggu (29/9/2019) malam.(Hadiboy)