Masuk Musim Hujan, Warga Masigit Minta Normalisasi Sungai.

456

Medianews.co.id,- CILEGON – Warga Lingkungan Kenanga RT 04/04 dan Terate Udik RW 02 Kelurahan Masigit mulai resah ketika musim penghujan. Pasalnya, sungai kenanga mengalami penyempitan serta pendangkalan.

Menurut Sarifudin, Ketua Rukun Tetangga (RT) 04/04, mengatakan pada bencana banjir pada April 2017 lalu sampai memasuki rumah warga. Padahal sudah ada tanggul setinggi 1,5 meter, sehingga 25 rumah ikut terendam.

“Diatas ini (tanggul) air, langsung masuk ke rumah. Ada 115 Kepala Keluarga. Yang kerendama nyampe pohon Mangga itu ke sini (sungai) kerendam semua ada 25 rumah, nyampe setinggi jendela,” Sarifudin menjelaskan saat ditemui, Jum’at, (7/12/2018) di bantaran sungai kenanga.

Sarifudin sudah melaporkan terhadap pihak Kelurahan Masigit bahwa terjadi banjir. “Saya laporkan terjadi banjir, jujur saja saya bilang minta bantuan tapi alhamdulillah sampai sekarang tidak ada. Ada dari pihak Bona berupa Mie Instan,” ujarnya.

Ketika ditanyai perihal adanya pembangunan Kantor Pemerintah dan jalan di daerah resapan, Sarifudin mengaku bahwa telah terjadi banjir sebelum adanya bangunan itu. “Sebelum itu sudah banjir, mungkin yah tambah parah,” katanya.

Ditempat yang sama, Husni, Ketua Rukun Warga (RW) 02 Lingkungan Terate Udik, mengungkapkan banjir selalu ada setiap tahunnya. Warga hanya berharap adanya normalisasi sungai.

“Keluhan soal banjir karena tiap tahun selalu terkena, harapannya adalah setiap musim penghujan diadakannya pengerukan kali. Separuh bandan kali sudah ada ditumbuhi pohon-pohon tedjadi penyempitan termasuk sampah juga. Juga ada tanggul yang hilang,” ungkap Husni kepada awak media.

Saat banjir sebanyak 72 rumah terendam. Husni mengaku normalisasi sungai terakhir sekitar tahun 2013 dan tidak terjadi banjir selama 3 tahun.

“Terakhir 2013 kita sangat rasakan 3 tahun enggak banjir. Ada 72 rumah dari RT 01 sampai 03. Kita berharap adanya normalisasi,” ujar Husni.

Menanggapi itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon, Rahmatulloh dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jombang-Purwakarta asal Partai Demokrat, mengatakan, ada usulan akan pencegahan banjir saat dirinya reses di Lingkungan Kenanga sehingga pada hari Jum’at (7/12/2018), melakukan pemantauan langsung ke lokasi sungai.

“Kita bersama-sama bersama RT dan RW meninjau langsung. Setelah kita meninjau ternyata banyak persoalan yang harus dilakukan oleh pihak terkait (Dinas) untuk melakukan normalisasi sungai, peninggian tanggul, juga harus ada yang dilebarkan,” ujarnya ditempat yang sama.

Rahmatulloh juga menyinggung, harus adanya tanggung jawab dari pihak Bona karena sebagain tanahnya terlewati sungai. “Ini kan sebagian ada tanggung jawab pihak Bona karena ada lahan miliknya. Tinggal dibicarakan denga pemerintah bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU),” katanya.

Untuk mengatasi ini, Rahmatulloh akan memfasilitasi pertemuan antara warga bersama pemerintah apalagi adanya pembangunan di daerah resapan air, yakni Kantor Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMP-TSP) untuk segera memberikan solusi cepat.

“Hari senin saya bersama warga akan ke Dinas terkait untuk mencarikan solusi cepat. Apalagi tadi warga khawatir adanya pembangunan Kantor dan jalan di daerah resapan air,” tutupnya.(Asp)