Menanggapi Konflik PT. IUC dan warga Desa Muara Mea, Ini Kata Ketua Fordayak Barut.

11

Medianews.co.id, – Muara Teweh – Ketua Umum Gerakan Pemuda Dayak Barito Utara Drs. Saprudin S. Tingan turut angkat bicara menyoal tindakan pengrusakan wilayah keramat umat Kaharingan di Gunung Peyuyan Kec. Teweh timur Kab. Barito Utara oleh PT. Indexim Utama Coorporation.

“ Gunung Lumut dan Gunung Peyuyan itu merupakan Gunung yang paling sakral di pulau Kalimantan, karena mengandung Filosofi sejarah bagi suku Dayak, khususnya yang masih menganut aliran kepercayaan yaitu Agama Kaharingan, karena gunung peyuyan berdasarkan bahasa belian wara merupakan tempat istirahat liau/arwah penganut kepercayaan Kaharingan yang meninggal dunia sebelum sampai ke Gunung Lumut, dimana disitu adalah sorga bagi Umat Kaharingan, sehingga termuat dalan bahasa waranya peyuyan turu tangka, lumut turu tendung.

Karena merupakan hutan yang sakral, maka daerah itu harus dijaga tidak boleh diambil kayu apapun jenisnya, selain untuk kegiatan pada kegiatan ritual kematian tingkat akhir umat Kaharingan ini. Maka bila terjadi mengambilan kayu apalagi perambahan sampai membuka Jalan perusahaan ditengah Gunung, maka Segala kegiatan yang menciderai Masyarakat Adat terutama umat Kaharingan ini harus dikenakan denda adat, ulas aring.

Ulas aring tersebut bisa dengan darah kerbau, ayam merah, telur ayam, bahkan bisa sampai kewara wayung alias wara masal diaerah yang terdampak lansung” terang Om Kotin Panggilang Ketua Gerdayak Barut ini panjang lebar saat palangkanews wawancarai di rumahnya rabu (08/07/2020).

“ Tapi Saya yakin Damang Lampeong Pak Sahayun selaku Tokoh adat dan sekaligus Tukang Belian wara, beliau lebih paham soal adat-istiadat setempat, dan sebagai pemegang mandat Ketua Ormas Gerdayak Di Barito Utara, saya akan tetap memantau kasus ini sampai bisa diselesaikan dengan segera dalam tempo sesingkat singkatnya Oleh semua pihak yang bersangkutan” pungkas Drs. Saprudin dengan tegas.

Septy /Boy