Mentri Tenaga Kerja Tuntut MEA Untuk Tingkatkan Keterampilan Tenaga Kerja Indonesia

1033

Medianews.co.id – Serang, Menteri Ketenagakerjaan RI M. Hanafi Dakhiri meninjau sekaligus membuka acara Pelatihan Berbasis Kompetensi gelombang ke-2 sejumlah 400 orang di BBPLK Serang, Banten, Senin (02/04).

Di Era Globalisasi dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) menuntut kita untuk meningkatkan keterampilan atau kompetensi tenaga kerja Indonesia yang berimbas pada peningkatan produktivitas masyarakat dan perusahaan agar dapat berdaya saing dengan negara lain.

“Menurut hasil riset McKinsley Global Institute (MGI) yang diolah dari data Badan Pusat Statistik (BPS, Indonesia berpotensi menjadi ekonomi ke-7 terbesar di dunia pada tahun 2030 dengan syarat memiliki 113 juta tenaga kerja terampil sebagai indikator kemapanan daya saing tenaga kerja. Sedangkan saat ini Indonesia baru mengantongi 57 juta orang tenaga kerja terampil,”kata Menaker M. Hanafi Dakhiri pada saat sambutan.

Indonesia membutuhkan supply tenaga kerja terampil sebanyak 3,8 juta pertahunnya terhitung dari 2016 hingga 2030, secara spesifik berdasarkan hasil proyeksi pertumbuhan pasar kerja 2016-2019, Indonesia membutuhkan 1,59 juta tenaga kerja level ahli tersertifikasi pertahun, 0,46 juta tenaga kerja level teknisi atau analis tersertifikasi per tahun, dan 1,85 juta tenaga kerja level operator atau pelaksana tersertifikasi pertahun.

Maka dari itu, “pemerintah telah melakukan beberapa upaya seperti menghapus persyaratan pendidikan formal bagi calon peserta pelatihan kerja dikarenakan angkatan kerja pengangguran di Indonesia sebagian besar diisi oleh masyarakat berpendidikan SMP kebawah, serta mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan akses seluas-luasnya bagi pencari kerja, sehingga mereka bisa mendapatkan pelatihan kerja baik di lembaga pelatihan kerja (LPK) pemerintah maupun swasta. Pemerintah juga mendorong seluruh pihak terkait untuk melaksanakan sertifikasi uji kompetensi bagi lulusan peserta pelatihan sebagai bukti mereka memiliki keterampilan/ kompetensi,” tuturnya.

Pada tahun 2017, Kemnaker telah membangun BLK komunitas sebanyak 50 lembaga untuk penyebaran lembaga pelatihan masyarakat yang bertempat tinggal jauh dan dilanjutkan pada tahun 2018 ini sebanyak 75 lembaga yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga memberikan fasilitas program PBK boarding dimana peserta pelatihan mendapatkan fasilitas akomodasi dan konsumsi di BLK khususnya masyarakat yang sulit mendapatkan akses pelatihan kerja dan masyarakat yang tinggal di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Masalah peningkatan SDM merupakan masalah kita bersama, maka dengan ini kami berterima kasih kepada seluruh stakeholder baik dunia industri, dunia pendidikan dan pelatihan, instansi/ lembaga terkait yang turut serta berperan aktif dalam rangka peningkatan kualitas SDM. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada BBPLK Serang sebagai pencetus berdirinya forum komunikasi dengan stakeholder sejak tahun 2008 yang menjadi contoh bagi kami untuk membentuk forum komunikasi nasional dan penggerak BLK lain untuk membuat forum komunikasi regional lainnya. Forum komunikasi antar lembaga ini sangat berperan untuk peningkatan kualitas program pelatihan melalui training need analyze, on the Job training dan penempatan lulusan pelatihan,” jelasnya.

Adapun Target Pelatihan kerja dan sertifikasi di seluruh BLK Pusat dan daerah akan terus ditingkatkan seiring dengan penguatan kelembagaan BLK itu sendiri melalui penambahan tenaga instruktur, penguatan sarana dan prasarana dalam rangka percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia. Peran serta pemerintah daerah sangat kami butuhkan untuk memperkuat kelembagaan di BLK propinsi/ kabupaten/ kota, Sektor swasta didorong memperbaiki Lembaga pelatihan kerja Swasta dan kalangan industri diminta untuk membuka akses training center bagi masyarakat umum dalam rangka akselerasi peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Dikatakan, sebagaimana telah disampaikan oleh kepala Balai Latihan Kerja Serang sebelumnya bahwa masifikasi pelatihan sedang dilaksanakan dengan membentuk program 3R (reorientasi, revitalisasi dan rebranding) di 5 balai latihan kerja yaitu BLK Serang, Bandung, Bekasi, Medan dan Semarang. Balai latihan ini kami tunjuk sebagai pusat pengembangan pelatihan bagi kejuruan tertentu dan memberikan pelatihan kerja bagi seluruh rakyat Indonesia. Target Peserta latih ke-5 balai ini meningkat tajam jika dibandingkan sebelum melaksanakan program 3R yang didukung dengan penguatan SDM tenaga pelatihan dan penguatan fasilitas pelatihan.

“Bagi peserta yang akan mengikuti pelatihan kerja kami ucapkan selamat menempuh pelatihan, jaga kondisi kesehatan dan keselamatan kerja, gunakan masa pelatihan ini sebaik-baiknya agar diperoleh pengetahuan dan kompetensi secara maksimal,”pesanya. (Sunah)