Nelayan Guruduk Kantor DPRD Cilegon, Pemerintah Dinilai “Gagal” Melakukan Advokasi terhadap Nelayan Prananda Yoga

84

Medianews.co.id,- Cilegon,- Beberapa Ormas, dan Mahasiswa serta Nelayan Kota Cilegon menggelar aksi di depan Kantor DPRD Kota Cilegon, Rabu, 04/03/2020.

Dalam aksinya, Mereka meminta agar pemerintah Kota Cilegon hadir dalam persoalan masalah advokasi nelayan yang bernama Prananda Yoga, karena ditahan terkait tidak mempunyai kelengkapan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

“Perda perlindungan Cilegon itu harus di implementasikan dimana posisi nya hari ini ketika sudah ada Perda perlindungan nelayan Kota  Cilegon, malah ada nelayannya yang ditangkap karena tidak punya SIB atau SPB surat ijin berlayar.” Ucap Supriyadi selaku koordinator Aksi.

Ia menambahkan, ini menjadi dilema terkait dengan advokasi nelayan di Kota Cilegon dirinya mengira bahwa SIB itu memang ada di dalam aturan regulasi undang undang perlayaran, tetapi nyatanya perangkat untuk pembuatan SPB itu tidak ada, di Syahbandar Merak.
“Oleh karena itu kami menganggap semua nelayan yang ada di Kota Cilegon itu yang sifat nya masih pada ilegal dan bagaimana ada ? ketimpangan logika hukum kita bicara persoalan nelayan, mau bergerak dengan harus di wajibkan SPB tetapi tidak dikeluarkan SPB nya oleh Kasyahbandar atau KSOP pelayaran di merak atau di banten,”tambahnya.

Ia juga menganggap bahwa Pemerintah Kota Cilegon Dinilai “Gagal” dalam melakukan advokasi serta Anggota DPRD Cilegon yang telah membuat Perda Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan tidak di Implementasikan.

“Sebenarnya kami tidak mau terinterfensi terkait masalah hukum tetapi persoalannya, kami ingin ada nya pemerintah cilegon hadir dalam memberikan admokasi, boro – boro mau advokasi 1 orang pun untuk menjenguk tidak pernah ada, maka kehadiran pemerintah saya nilai “Gagal” dalam melakukan advokasi,” tuturnya

“Apalagi ada Perda ini. Dewan mempunyai Perda inisiatif itu yang nama nya perlindungan nelayan, tetapi nyata nya inflementasinya nelayan yang disidangkan pada penetapan Perda perlindungan  nelayan ini, miris timbal baliknya kami menjadi mempertanyakan keseriusan nya, apa perlindungan nya sebelah mana gitu Keseriusan ?,” tegas Supriyadi yang juga ketua NGO-Rumah Hijau.

Pada awalnya aksi berjalan damai, dan tidak ada satupun dari Anggota DPRD Cilegon yang menemui massa, namun ketika massa melakukan pembakaran miniatur kapal nelayan sebagai teatrikal aksi, pihak keamanan langsung sigap memadamkan api sehingga terjadi keributan beberapa menit dan massa aksipun dibubarkan pihak keamanan Polres Cilegon.(priadz)