Oknum pengurus DKM Baitul Muslimin Kramatwatu Diduga Jual Belikan Tanah Wakaf

1019

Medianews.co.id-Kabupaten Serang, Sri Agung Shinta Warga Komp. Bukit Kawi Permai Rt/rw 05/02 Kecamatan Kramatwatu yang merasa dirugikan Oleh beberapa Oknum yang diduga pengurus DKM Baitul Muslimin Kramatwatu, yang diduga telah menjual belikan tanah wakaf
“Awalnya pak Supriyadi pak Halili selaku Pengurus DKM itu datang kerumah saya menawarkan tanah yang berlokasi di Desa kramatwatu block Sumur Tegal dengan luas 450 M2 dengan harga kesepakatan 300 ribu rupiah permeternya, namun setelah meminta uang Dp dan uang untuk mengurus administrasi sejumlah 91 jutaan yang diminta melalui pak Supriyadi dan Halili, namun saat itu mereka belum bisa menunjukan kelengkapan surat-suratnya, dan saya pun membatalkan pembelian tanah itu, karena saya merasa di tipu oleh mereka,” Ucap Ibu Shinta.

Ia menambahkan Sudah lebih dari 3 tahun menunggu dan tidak ada titik temu, dan dirinya pun pernah menanyakan perihal tanah tersebut kepada Pihak kelurahan Kramatwatu.
“Saya pernah menanyakan kepada lurah Kramatwatu dan lurah pun membenarkan tanah yang saya mau beli itu adalah tanah wakaf, dan lurah pun melarang saya untuk membelinya, makanya saya membatalkannya,”tambahnya.

Diketahui, Pengurus DKM pernah menawarkan (rislah) tanah wakaf dengan tanah yang lain kepada Ibu Shinta (selaku pembeli) namun ibu Shinta tetap membatalkan untuk pembelian tanah wakaf dikarenakan pengurus DKM tidak bisa menunjukan bukti surat-surat kepemilikan serta legalitas tanah tersebut kepada Ibu Shinta, dan Ibu Shinta pun meminta untuk dikembalikan uang yang pernah diminta oleh pengurus DKM melalui Supriyadi dan Halili senilai 91 juta rupiah.

Saat ditemui Diruang kerjanya Kepala Desa Kramatwatu Tb. Edi Suhadi mengenai perihal tanah yang berada di Block Sumur Serut yang berada dilingkungan nya tersebut menerangkan, bahwa tanah tersebut benar sudah menjadi tanah wakaf.(30/01).

” Betul itu tanah Wakaf berdasarkan data dan keterangan dari para Kasepuhan yang saya pernah temui, Bapak A Fuad Ketua RW yang pernah menjabat Sekretaris DKM Baitul Muslimin dan H. Santibi selaku penggarap tanah disekitar tanah wakaf.”Ujar Edi.

Edi pun menambahkan mekanisme jual beli tanah wakaf butuh proses yang cukup lumayan lama dan pihak penerima wakaf harus menempuh aturan yang sudah ditentukan oleh pihak Departemn Agama.

“Jual beli tanah wakaf tidak mudah dan melalui mekanisme yang harus ditempuh, seperti halnya luas tanah wakaf harus lebih luas dari tanah yang akan di tukar gulingkan dan bila akan Ruilslah maka nominal harga tanah wakaf harus lebih tinggi dari harga tanah yang akan diruilslahkan itupun harus dimohon kan terlebih dahulu melalui Kanwil Kemenag yang akan menguji dan menentukan nominalnya, tegas Edi.

Ditempat terpisah Supriyadi saat ditemui ditempat kerjanya membenarkan telah menerima uang Dp jual beli tanah wakaf yang telah di batalkan oleh Ibu Sri Agung Shinta dan pihak pengurus DKM pun akan segera bertanggung jawab akan mengembalikan uang tersebut.(07/02)
“Ia saya yang menerima dan menandatangani Dp tanah tersebut dari ibu Shinta, namun saya kasihkan langsung ke pengurus DKM uangnya, pak Halili yang tau rinciannya, adapun ibu Shinta sudah membatalkan dan ingin meminta uangnya kembali kami pun siap mengembalikannya,” tuturnya.

Ianjut Supriyadi, uang yang telah diterima untuk Dp tanah wakaf yang dibatalkan tersebut sudah dibagikan kepada pengurus DKM untuk mengurusi administrasi dan tukar guling tanah tersebut.

“Uangnya Saya kasih ke Suyitno 31 juta untuk ngurus-ngurus administrasi, dan 16 juta untuk DP tanah tukar guling,”tambahnya.
Namun saat dipertanyakan sisa uang 44 juta supriyadi langsung meninggalkan tempat kerjanya dan bergegas pulang. (Team Red)