P3BC, Soroti Adanya Dugaan Pungli di Pasar Kranggot

6

Medianews.co.id,- CILEGON— Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Baru Cilegon (P3BC), Deni Bastari menyoroti adanya dugaan Pungutan Liar (Pungli) terhadap para pedagang yang berada di luar atau blok hanggar utara dan Bantaran Kali.

Menurutnya, dugaan Pungli tersebut dilakukan oleh oknum preman kepada para pedagang yang berlangsung setiap hari, bulanan hingga pertahun. Dan sudah berlangsung sudah sekitar 4 tahun.

“Sejak 2016, peresmian hanggar utara ini akhir 2015. Ada pedagang yang diduga kena Pungli, ada yang diminta harian Rp. 5000, ada yang perbulan Rp. 300 ribu, ada yang harus bayar Rp 10-15 juta pertahun. Sedangkan total pedagang ada sekitar 300 pedagang. Sekarang masih berlangsung, saya menyayangkan kenapa banyak pedagang yang selama ini mau dan diam saja ?,” ungkapnya, kepada awak media, Rabu (14/10/2020).

“Kita punya data kwitansi dan ada pedagang yang siap memberikan bukti dan keterangan,” imbuhnya.

Selain itu, Bastari juga menyayangkan pihak pengelola pasar dalam hal ini, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Kranggot yang dinilai tidak kunjung melakukan penertiban pedagang di luar Hanggar Utara. Sehingga bisa menambah kesan kumuh pasar induk kota industri tersebut.

“Jadi amat disayangkan pasar terbesar Se-Asia tapi kumuh karena penataannya carut marut. Kadis Perindag Hj. Abadiah sudah memberikan surat himbauan kepada kepala UPT untuk menertibkan pedagang yang di luar hanggar utara tersebut. Apa yang ditakutkan, kan ada keamanan dan tidak ada yang kebal hukum prosedur yang dipakai.

“Harusnya kan ditertibakan, pedagang bisa dipindahkan ke Blok Relokasi yang yang sampai saat ini masih kosong, karena sudah sekian tahun belum juga dimanfaatkan oleh pengelola pasar,” bebernya tegas.

Dan mengingat saat ini sedang ramai konstelasi politik Pilkada 2020, Bastari juga mempertanyakan empat Pasangan Calon (Paslon) Walikota- Wakil Walikota Cilegon untuk turun dan menunjukan kepeduliannya terhadap nasib Pasar Kranggot ke depan.

“Seharusnya kalau ada Calon Walikota yang turun ke pasar peduli dan menyikapi ini. Karena ke depan ia punya kewajiban membangun dan menata pedagang di pasar induk ini agar aman nyaman, dengan administrasi yang profesional untuk mendongkrak PAD Cilegon,” tandasnya.

Hal senada disampaikan Kimung selaku Anggota Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) Kota Cilegon yanh juga menduga adanya praktik pungli di pasar kranggot.

“Ini harus diungkap. Kita akan dorong paguyuban pedagang untuk melaporkan ke instransi hukum, karena benar diduga ada praktik Pungli kepada para pedagang. Pihak pengelola pasar harus tanggung jawab, Disperindag dan UPT terkait,” ucap Kimung.

Sementara itu, Kelapa UPT Pasar Kranggot, Aceng Syarifudin saat coba dikonfirmasi terkait dugaan Pungli dan semerawutnya pengelolaan pasar tersebut. Enggan merespon pertanyaan wartawan dalam pesan Whatssappnya. Bahkan ketika coba ditelepon beberpa kali tidak menerima panggilan. (*Red)