Peguyuban Jadi Alat Baru Di Sekolah

456

Medianews.co.id,- CILEGON – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kota Cilegon telah mendapatkan berbagai julukan diantaranya, Sekolah Rujukan (dulu RSBI -red) dari Kemendikbud, Sekolah Mantap dari Dindik Kota Cilegon, Sekolah Berwawasan Lingkungan, Sekolah Sehat dari DLH Cilegon, dan Sekolah Pemuatan Pendidikan Karakter.

Baru-baru ini Sekolah Sehat, pihak sekolah mengaluarkan surat edaran kepada Orang Tua Siswa untuk turut serta menyumbang berbagai tanaman yang telah ditentukan dan Paguyuban Wali Murid diamanahkan untuk mengkoordinir kebutuhan itu.

“Ada dari siswa, alumnus, dan sekolah, yang bergerak untuk sekolah sehat itu dari paguyuban orang tua siswa,” kata Heni Rahmawati, Selasa, (29/10/2018), di Halaman Kantor Guru SMPN 2 Kota Cilegon.

Heni, mengaku menerima bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cilegon, berupa Tong, Tanaman, dan pihaknya baru mengajukan ke perusahaan berupa dana Coorporate Social Responsibility (CSR).

Pihak Sekolah beralasan, untuk menciptakan kenyamanan saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), sehingga berpartisipasi tanaman tidak wajib hanya dianjurkan.

“Tidak diwajibkan tapi dianjurkan biar dikelas nyaman, oh iya surat anjuran tanaman buat di kelas, tidak ada diwajibkan tapi anjuran ada,” Heni berkilah.

Ketika dikonfirmasi terkiat perkembangan iuran Air Conditioner (AC) yang sempat mencuat dan beredarnya surat bantahan dari Sekolah, Heni, mengatakan, sudah dikoordinir oleh pihak Paguyuban Orang Tua Siswa.

“Sekarang sama orang tua itu yang nanganin, terserah kalo misal tinggal ngisi freon yah isi, lewat Paguyuban sih itu yang nanganin sama orang tua,” akui Heni

Mengenai latar belakang pengadaan AC, Heni beralasan, untuk menciptakan kondisi nyaman saat KBM, dan penafsiran dari Sekolah Rujukan.

“Dikemas biar nyaman, kalo Sekolah Rujukan itu dari Pusat dulu kan kita RSBI, kalo Sekolah Mantap dari Kota,” tukas Heni.

Sebagai pembanding Investigasi dilakukan dengan menemui orang tua siswa, sebutlah SR (44) yang tinggal di kawasan Cilegon, mengeluh dengan berbagai iuran yang dilakukan pihak SMPN 2 Cilegon.

“Org tua murid banyak yang komplen soalnya beli tadi, bilang beli bunganya 1 pot saja ada yang 25 ribu, anak saya juga sering dimintai banyak iuran, saya banyak kebutuhan mas, sementara kan uang yang didapat pas-pasan,” kata SR kepada awak media, Minggu, (3/11/2018).

SR, mengaku, dengan viralnya patungan AC, pihak Sekolah menggunakan Paguyuban untuk mengkoordinir kebutuhan dari Sekolah.

“Jadi begini mas, gara-gara sumbangan 2jt itu ga jadi, terus anak-anak di sekolahan sekarang sering di mintain sumbangan ke kita orag tua murid, terus anak-anak bnyak yang takut (anak yg kurang mampu -red) ada yang melapor ke media, dia ketakutan di sekolahanya,” tutur SR. (Asp)