Pembakaran Bendera Partai, DPC PDI Perjuangan Cilegon Gelar Audiensi Bersama Kapolres

13

Medianews.co.id,- CILEGON, – Sebagai upaya untuk mendorong Hukum dijalankan sebagaimana mestinya dan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta instruksi dari Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dewan Perwakilan Cabang (DPC) PDIP Cilegon, menggelar Audensi dengan Kapolres Cilegon terkait aksi yang dilakukan di Jakarta mengenai pembakaran bendera partai. Hal ini disampaikan Yusuf Amin Anggota DPRD Kota Cilegon dari PDI Perjuangan, Senin (29/6).

Diungkapkan Yusuf Amin, hukum adalah panglima, maka dari itu, oknum masyarakat yang melakukan pembakaran bendera partai harus segera diproses. “Kita berharap bahwa proses yang dilakukan oleh oknum masyarakat yang melakukan pembakaran itu diproses, karena hukum sebagai panglima harus di atas segala segala nya,”ungkapnya.

Dijelaskan Yusuf Amin, kedatangannya ke Mapolres Cilegon ini, hanya audensi untuk mendorong dan memperkuat pihak kepolisian Seluruh Indonesia. “Kita wilayah Cilegon kita audensi ke Kapolres Cilegon. Begitu kegiatan aksinya di Jakarta dan di harapkan untuk tidak terjadi di masyarakat Kota Cilegon,”jelasnya.

Ditambahkan Yusmin, Tidak hanya bendera PDI Perjuangan saja, semua bendera partai dibakar siapapun yang melakukan pembakaran harus diproses secara hukum. “Tak hanya bendera PDI Perjuangan, semua bendera partai yang dibakar oleh oknum masyarakat harus di proses.

Usai Audiensi, Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana menjelaskan kedatangan rekan DPC PDI Perjuangan untuk memberikan support kepada aparat penegak hukum terkait adanya penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang berujung membakar bendera partai dan ujaran kebencian terhadap president. “Kita kedatangan rekan – rekan dari DPC PDI Perjuangan, sekitar pukul 10, kedatangan mereka untuk memberikan support kepada aparat penegak hukum, jika ada kejadian yang sama, seperti pemabakaran bendera dan ujaran kebencian untuk segera ditindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku,”katanya. (Priadz)