Pembangunan RSUD Malingping Senilai 53 Milyar Segera Di Audit Oleh Lembaga Yang Berwenang

1048

Medianews.co.id – Lebak Banten, Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Malingping kabupaten Lebak Banten baru saja selesai dan masih tahap proses pemeliharaan oleh pihak kontraktor PT.Nidya Karya ( NK ) merupakan salah satu kegiatan Dinkes provinsi Banten Tahun Anggaran 2017.

Pembangunan RSUD Malingping dengan anggaran 53 milyar itu masih jauh harapan dari semua pihak,bahwa RSUD Malingping secara fisik kurang sesuai dengan standar,masih banyak kekurangan sana-sini Sani, terutama pasilitas prasarana dan perlengkapan banyak yang sudah rusak padahal sejak PHO pembangunan tersebut sudah hampir rampung 100%, namun beberapa hasil investigasi awak media di RSUD Malingping ada sebuah cran air di lantai 2 kelas III sudah rusak dan di lantai III masih bocor.

Berdasarkan warga Malingping yang tidak mau di masukan dalam berita ini, menyatakan,bahwa pembangunan RSUD Malingping segera di audit oleh lembaga yang berwenang di antaranya Badan Pemeriksa keuangan ( BPK ) atau Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) sebab menurutnya angggaran ini diatas milyaran rupiah.ujar dia, apalagi kuwalitasnya pembangunan RSUD Malingping masih nampak amburadul,coba aja kita lihat cet tembok asal-asalan dan pengadaan alat-alat seperti cran air pasien sudah pada rusak.tuturnya.

Menurut dr.Sobran melalui pesan singkatnya, mengatakan bahwa pembangunan RSUD Malingping masih tahap pemeliharaan karena Anggaran nya masih ada 5 % lagi,kalau ternyata pihak PT.Nidya Karya belum juga mengerjakan nya akan kita pending terkait yang ,5% itu.ujar sobran,berlanjut Sobran menjelaskan bahwa anggaran ini adalah dari APBD 1 Provinsi Banten sebesar 53 milyar.
Adapun cran air yang rusak di lantai 2 kelas III akan kita perbaiki dan mudah-mudahan pasien tersebut tidak komplen,ujar Sobran.

Kartubi salah satu anggota pasien menerangkan kepada wartawan bahwa berkaitan dengan pelayanan medis untuk sementara ini baik, namun yang harus di tingkatkan adalah pasilitas air dan kebersihan kurang baik,hal tersebut harus di tindak lanjuti oleh pihak RSUD Malingping.pungkasnya.

Juga berkaitan dengan adanya dugaan pungutan pengangkatan karyawan baru di RSUD Malingping ” cekurity”baik itu karyawan lama dan baru di mintai berpariasi berdasarkan sumber yang enggan di masukan berita ini,ada juga yang belum membayar dan juga ada yang sudah membayar.ujarnya,namun hal ini perlu adanya tindakan yang tegas dari Dinkes Provinsi Banten apabila terjadi di duga pungutan liar ( pungli ) pungkas dia.

Sementara hasil pantauan awak media di lapangan halaman RSUD Malingping masih banyak puing-puing bekas bangunan masih banyak kurang baik hal ini perlu dilakukan penyelesaiannya,juga ruang parkir roda dua dan empat masih banyak kekurangan. ini adalah kurangnya koordinasi antara pimpinan RSUD Malingping dengan pihak bawahan.hal seperti ini harus kita perhatikan bersama,maka warga mempersoalkan pembangunan RSUD Malingping yang kurang baik.( Ujang Iskandar )