Pemkot Lengkapi Fasilitas Damkar Di APBD-P 2019

18

Medianews.co.id,- SERANG – Untuk menekan tingginya angka kebakaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan melengkapi sejumlah fasilitas Pemadam Kebakaran (Damkar). Meski belum bisa maksimal, setidaknya perlengkapan, seperti selang dan kendaraan atau unit armada Damkar bisa memadai. Apalagi, 2020 nanti akan ada bantuan dua unit mobil Damkar yang diberikan oleh Pemerintah Korea Selatan (Korsel).

Wakil Wali Kota Serang Subadri Usuludin mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan Unit Pelaksana Tugas (UPT) Damkar, pemkot telah menganggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2019. “InsyaAllah kami akan melengkapi fasilitas dan kebutuhan. Sudah dianggarkan di perubahan (APBD). Ya memang tidak besar, tapi setidaknya bisa membantu satu atau dua fasilitas,” katanya, Jumat (18/10/2019).

Selain fasilitas, ucap dia, pada 2020 nanti akan ada penambahan personel UPT Damkar. Sehingga, ketika ada kejadian kebakaran, para petugas sudah siap. “Kemudian, bagi petugas yang bertugas pun tidak terburu-buru dalam menyelesaikan tugasnya. Jadi mereka bisa bekerja dengan maksimal dan fokus terhadap pekerjaannya,” katanya.

Sementara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Serang Kusna Ramdhani mengatakan, saat ini petugas Damkar hanya ada sekitar tiga pleton atau sekitar 60 orang. Sedangkan untuk unitnya hanya ada dua armada pemadam kebakaran. Meski masih sangat terbatas, ia menyiasatinya dengan menugaskan sebagian pleton piket pada malam hingga pagi.

“Memang masih terbatas (petugas) tapi Alhamdulillah, semua kejadian kebakaran masih bisa kami tangani. Sebab, kejadian kebakaran ini tidak begitu besar, karena yang paling banyak itu kebakaran lahan. Jadi masih bisa kami tangani sendiri. Tapi kalau ada kejadian hebat, biasanya kami dibantu oleh Damkar Kabupaten Serang,” katanya.

Ia juga mengatakan, saat ini masih sangat terbatas segala sesuatunya. Seperti sarana prasarana, kemudian Sumber Daya Manusia (SDM) pun minim. “Tentu kami masih butuh, karena memang masih sangat kurang. Tidak hanya sarana prasarana, tapi juga personel, dan fasilitas lainnya,” ucapnya.

Sedangkan, Kepala Seksi (Kasi) Bidang Linmas dan Damkar Kota Serang Uba Agus Mauludin mengatakan, selama periode Januari hingga Oktober tahun ini sudah ada 95 kejadian kebakaran di Kota Serang. Dalam kejadian, yang paling mendominasi adalah kebakaran lahan tidur atau alang-alang. Sebab, cuaca dan kondisi Kota Serang yang masih memiliki banyak lahan tidur.

“Sudah ada sekitar 95 kejadian kebakaran di Kota Serang. Tapi dengan kejadian sebanyak itu, kami dapat menanganinya dengan baik. Meski petugas sangat minim, tapi kami berhasil memadamkan sumber api. Meski kami masih suka meminta bantuan dari Pemkab Serang (Damkar),” ujarnya.

Pemkot Serang juga mengimbau kepada masyarakat Kota Serang untuk tidak sembarangan membuang puntung rokok yang masih menyala di sembarang tempat. Apalagi di area lahan tidur, sebab dapat mengakibatkan kebakaran. Kemudian, masyarakat juga diminta untuk tidak membakar sampah sembarangan. Alasannya selama ini, sebagian besar kejadian kebakaran diakibatkan oleh “human error”. (Anna)