Pengusaha Lokal Kecam PT. Artas Energi Petrogas Tak Layak Investasi Di Kota Cilegon

226

Medianews.co.id – Cilegon, Salah satu pengusaha lokal Kota Cilegon menuntut Hak pembayaran matrial produksi kepada PT. Artas Energi Petrogas, perusahaan swasta yang berproduksi PIPA yang berlokasi di Kav F3, Jl. Asia Raya, Kotasari, Grogol, Kota Cilegon, Banten.

Menurut Dwi Qory selaku pengusaha lokal Kota Cilegon yang merasa dirugikan, pihaknya sudah berkali-kali meminta sisa tagihan pembayaran matrial kepada PT. Artas Energi Petrogas yang sampai saat ini belum dilunasi.(20/03)

“Saya nagih sisa Invoice itu sudah berkali-kali dari empat bulan yang lalu tetapi saya dijanji-janjiin aja oleh Tomy selaku karyawan di PT. Artas Energi Petrogas yang sampai saat ini hak saya belum dilunasi”ujar Qory

Qory pun menambahkan kekecewaan dirinya terhadap salah satu perusahaan asing yang bergerak dibidang pipa tidak sepantasnya melakukan tindakan yang mampu merugikan pihak pengusaha lokal.

“PT. Artas Energi Petrogas tidak sepantasnya melakuka hal seperti ini apa lagi PT. Artas Energi Petrogas adalah perusahaan besar yang bergerak dibidang pembuatan PIPA yang dimana PT. Artas Energi Petrogas seharusnya mampu membina pengusaha-pengusaha lokal seperti kami jangan dirugikan seperti ini, dan saya sebagai pengusaha lokal yang peduli terhadap investasi dikota Cilegon merasa sangat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Management PT. Artas Energi Petrogas yang dimana perusahaan tersebut seharusnya tidak layak berinvestasi di Kota Cilegon.”lanjut Qory

Masih lanjut Qory “pengusahaa lok9al Kota Cilegon bukan hanya saya sajah yang sisa invoicenya belum dibayarkan, tetapi masih ada pengusaha-pengusaha lokal lainnya, kalau selalu seperti ini bagai mana bisa berinvestasi dikota cilegon sisa tagihan pengusaha lokal aja tidak dibayarkan, padahal PT. Artas Energi Petrogas ini adalah salah satu perusahaan besar di Kota Cilegon”jelas Qory

Qory pun meminta kepada pihak PT. Artas Energi Petrogas harus segera melakukan pembayaran jika tidak ada penyelesaian sampai waktu yang mereka tentukan maka saya akan bawa permasalahan ini kejalur hukum.

“Saya sudah cukup memberikan toleransi kepada pihak PT. Artas Energi Petrogas yang sudah memberikan waktu selama empat bulan lamanya agar segera membayar sisa pembayaran matrial yang saya kirim dan jika dalam jangka waktu yang mereka tentukan tetap tidak ada upaya penyelesaian maka kami akan bawa permasalahaan ini kejalur hukum.”tegas Qory

Ditempat terpisah Tommy selaku perwakilan dari PT. Artas Energi Petrogas menjelaskan upaya dari perusahaan yang menjadi tempatnya bekerja. (21/03)

“Saya sudah mengimformasikan kepada pimpinan saya yang ada di pusat, pihak Dirut PT. Artas Energi Petrogas menjelaskan pihaknya sudah mengupayakan tetapi sampai saat ini masih belum bisa kami bayarkan hak pengusaha-pengusaha yang masih tersisa di perusahaan kami, dikarnakan pengajuan pinjaman dana ke salah satu Bank BUMN belum cair maka kami meminta waktu dua minggu ini untuk melunasinya kepada semua pengusaha lokal yang masih ada haknya dikami”jelas Tommy

Tommy pun menambahkan dirinya tidal ada kewenangan penuh untuk memberika keputusan kepada para pengusaha lokal yang meminta sisa tagihannya kepada PT. Artas Energi Petrogas.

“Saya mah mba hanya bagian logistik jadi seharusnya pak Qory dan yang lainnya jangan nagih kesaya karena bukan kewenangan saya dan seharusnya pihak yang merasa dirugikan pertanyakan kepada bagian keuanga PT. Artas Energi Petrogas dan berhubung saya merasa hal ini harus saya bantu maka saya sampaikanlah kepada pimpinan saya yang ada dikantor pusat sana agar hak pengusaha loka segera dibayarkan”jelas Tommy (Lidya)