Proyek Sudah Berjalan, Pelaksana Pembangunan Tandon Baru Di Sosialisasikan Kepada Masyarakat

22

Medianews.co.id,- CILEGON,- Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon mengadakan sosialisai terkait pembangunan tandon yang berada dilink bentola.

Sebelumnya beberapa warga memprotes dengan adanya banyak nya debu yang ditimbulkan dari aktifitas pengangkutan tanah, dengan menggunakan kendaraan yang tidak ditutupi dengan terpal sehingga menimbulkan dampak terhadap masyarakat setempat.

Diketahui dalam pelaksanaan kegiatan proyek pembangunan tandon tersebut sudah berjalan sekitar hampir satu minggu namun dari pihak pengusaha mau pun pemerintah diduga belum melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Dalam acara tersebut turut hadir Kabid Perairan PUTR Cilegon, Camat Cibeber Novi Yogi dan lurah bulakan Narun Sukardi, pemenang tender Sanwani dan puluhan masyarakat bentola.

Sosialisasi sempat berjalan lancar, namun ketika Lurah Bulakan Narun Sukardi, mempersilahkan untuk bertanya jawab terkait apa yang dikeluhkan oleh warganya, sempat terjadi ketegangan antara warga dengan ketua RT 03 bentola diacara sosialisasi yang diadakan diaula kelurahan bulakan, namun dari kesigapan pihak babinsa dan babinkamtibnas perselisihan tersebut bisa diredam hingga tidak terjadi keributan yang meluas.

Tb Sihabudin salah seorang warga bentola memprotes dengan adanya pembangunan tandon dilokasi bentola yang tidak melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat.

“Dalam hal ini, kami tidak menghalang-halangi ada nya pembangunan dari pemerintah, alangkah baiknya pengusa atau pun pemerintah melakukan sosialisai terlebih dahulu agar masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya, mengenai dampak yang ditimbulkan dalam pembangunan tandon ini,” Ucap sihabudin yang sering disapa bang kopral.

Hal senada dikatakan Dengan Ali Misri selaku masyarakat dan juga ketua karang taruna kelurahan Bulakan, dirinya banyak menerima keluhan dari masyarakat mengenai dampak debu yang ditimbulkan dari kendaraan pengangkut tanah dari galian tandon tersebut.

“Kami sangat menyayangkan, pelaksanaannya sudah berjalan beberapa hari, ko baru sekarang dilakukan sosialisasi,”

Ia juga mempertanyakan terkait floating tanah tandon dalam pengkajiannya kurang lebih 1 tahun tidak akses jalan.

“Katanya pengadaan lahan tanah tandon ini membutuhkan pengkajian kurang lebih 1 tahun, tapi ko kenapa pemerintah ketika membebaskan lahan tersebut tidak ada askes jalannya,”tukasnya

“Saya kira kenapa harus dilakukan sosialisasi, kami disini tidak mempermasalahkan dan tidak mau menghalang halangi projek pemerintah cuma di sini kita mencari solusi, dan benang merah yang kita cari,”tegasnya.

Ada beberapa tuntutan yang diminta masyarakat terkait dampak pembangunan tandon seperti kendaraan damtruck pengangkut tanah agar menutupi muatannya, menempatkan pengatur lalin, dan mengatur jam oprasional serta melakukan penyiraman.

Menanggapi hal tersebut sanwani, Selaku pengusaha dan pemenang tender tandon mengatakan dirinya akan memenuhi permintaan dari masyarakat setempat.

“Alhamdulilah sudah kondusif dan siap, apa yang diinginkan masyarakat nanti akan kami penuhi, ucapnya.

Menurutnya, mengenai belum ada nya sosialisasi kepada masyarakat, dikarenakan dari pihak PU masih ada dinas luar

“Masalah sosialisasi, ya karena kabidnya masih dinas diluar,”tambahnya”

Masih ditempat yang sama Camat Cibeber Novi Yogi, menyampaikan acara sosialisasi berjalan dengan aman dan kondusif dan apa yang menjadi permintaan masyarakat sudah dijawab langsung oleh pengusaha.

“Ini kan sudah ada kesepakatan, semua sudah beres dengan kesepakatan bersama, tadi mah dinamika perjalanannya, karena pengusaha tadikan untuk melakukan sosialisasi ini kan tidak mungkin untuk satu persatu orang, dan saat pelaksanaan nyapun ada beberapa tokoh yang hadir.

Novi yogi juga menegaskan jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi pasti akan timbul gejolak dari masyarakat kembali.

“Poin empat tersebut wajib dilaksanakan oleh pengusaha, jika tidak dilaksanakan, ya siap siap ini di samper masyarakat lagi,” tandasnya.(priadz)