Ratusan Warga Kota Serang Ikuti Audisi Lida Indonesia 2020

34

Medianews.co.id– Serang – Kompetisi dangdut terbesar di Indonesia berlangsung di 34 Kota Besar se Indonesia. Kegiatan yang dihelat oleh salah satu industri hiburan televisi Indosiar ini, dilakukan rutin setiap tahunnya. Hari ini, Minggu (13/10) Liga Dangdut (Lida) Indonesia 2020 kembali menggelar audisi serentak di tiga Provinsi salah satunya yaitu Banten, digelar di Markas Brimob, Jl KH Amin Jasuta, Lontar Baru Serang.

Audisi yang dibuka sejak pukul 09.00 WIB ini, berhasil menjaring sebanyak 499 pendaftar yang berasal dari Kota serang, Pandeglang, Rangkas Bitung, Cilegon, dan beberapa kota lainnya. Antusian peserta yang mendaftar pada Lida Indonesia 2020 di Provinsi Banten, dinilai sebagai daerah terbanyak menjaring peserta, di mana di daerah lainnya kurang dari 300 pendaftar. Sedangkan Provinsi Banten, selalu mencapai angka 300 lebih.

Kreatif Lida Indonesia 2020, Frans Joshua, mengungkapkan bahwa peserta yang mendaftar pada hari ini bertambah disbanding tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya, kata Frans, hanya sekira 300 lebih saja. Pendaftaran ditutup pukul 15.00 WIB, dan peserta terus berdatangan untuk mengikuti tahapan seleksi.

“Jam antrian kami buka sampai jam 3, peserta masih terus berdatangan. Untuk pendaftaran tahun ini, kami membuat persyaratan yang berbeda dengan sebelumnya yaitu yang pertama, umurnya kita akan muda menjadi 14 tahun, paling mudah dan juga kita memberikan kelonggaran KTP atau domisili keluarga yang di luar daerah itu sudah bisa mengikuti audisi di kota Serang,” jelasnya kepada wartawan.

Frans menjelaskan, dari ratusan peserta yang mendaftar, akan dipilih sebanyak dua terbaik yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan oleh Tim Indosiar, untuk mewakili Provinsi menuju ke tahap selanjutnya. Kriteria penilaian yang ditentukan yaitu peserta harus memiliki karakter vokal yang baik dan unik, kemudian peserta mempunyai power dalam bernyanyi. Selanjutnya, peserta mempunyai ekspresi dalam bernyanyi, dan konsistensi dalam bernyanyi.

“Bagi peserta yang terpilih, kami akan menghubungi melalui telepon dan juga diinfokan melalui tayangan Indosiar, baik melalui running text, ataupun melalui program berita di Indosiar. kami akan melakukan pengumuman itu dalam tahapan, dan mulai dari minggu depan sampai sebelum tanggal 7 Januari 2020,” tuturnya.

Pengumuman paling lambat, kata Frans, diumumkan pada 7 Januari 2020. Jika sampai tanggal itu belum dihubungi atau belum ada namanya di running text, lanjut dia, berarti calon peserta gagal atau belum berhasil.

Untuk diketahui, proses audisi yang dilakukan oleh Tim Indosiar dilakukan 3 tahap. Frans menuturkan, dari ketiga proses tersebut, yang pertama, peserta mendaftar terlebih dahulu dan mengikuti audisi bernyanyi tanpa diiringi lagu. Kemudian, jika peserta lolos maka secara otomatis akan melanjutkan ke tahap berikutnya, di mana peserta bernyanyi dengan diiringi lagi dan direkam oleh Kru.

“Saat peserta bernyanyi menggunakan music, (para Kru yang bertugas) merekam tayangan untuk ditayangkan di Jakarta, sebagai bahan review, dan kita akan memilih dua terbaik perwakilan dari kota Serang Banten.

Salah satu peserta asal Kramatwatu, Kota Serang yang lolos audisi tahap kedua, Shandy Evansyah atau Shandy As mengaku sangat bersyukur dapat lolos tahap pertama dan akan melanjutkan audisi bernyanyi dengan diiringi musik. Ia berharap dapat lolos dan dapat mewakili Kota Serang, Banten.

“Dikasih lagu tantangan yaitu lagu pengemis cinta Jhony Iskandar, Lagi wajibnya yaitu air mata perkawinan dari Mansyur S an Zubaedah. Sebelumnya, saya menyanyikan lagu Kramat,” ujarnya kepada wartawan.

Pria usia 25 tahun ini datang sejak pukul 07.00 dengan menggunakan kostum menarik, paduan kain Tapis Lampung warna biru dengan beberapa aksesoris membuat penampilannya terlihat unik. Ia mengungkapkan, penilaian yang dilakukan oleh juri, selain vocal atau suara yang khas, penampilan pun dinilai.

“Yang dinilai adalah vocal, suara dan penampilan serta unik. Motivasi saya ikut audisi ini selain untuk mewujudkan cita-cita sebagai penyanyi dangdut, saya juga ingin membahagiakan orang tua serta mengangkat derajat orangtua,” jelasnya.

Di tempat berbeda, salah satu peserta asal Kota Serang lainnya, Amalia, mengaku kecewa karena gagal dalam audisi pertama. Akrab disapa Amal, ia merasa sudah menunjukkan bakatnya dalam bernyanyi, akan tetapi lagu yang diwajibkan dirasa sulit.

“Sedih, karena sudah lama menanti audisi ini. Tetapi mungkin harus banyak dan di lain kesempatan saya bisa ikut kembali,” ujarnya ( ana/ red)