Resmikan, Bupati Lebak Berharap Museum Multatuli Jadi Mercusuar Ilmu Pengetahuan di Lebak

1038

Medianews.co.id – Lebak Banten, Iti Octavia Jayabaya didampingi Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi meresmikan Museum Multatuli di Kota Rangkasbitung, Lebak Minggu (11/02/2018).

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya dalam sambutannya menuturkan, ketika tahun 2014 lalu tidak seorangpun dari kami bermimpi akan memiliki museum dan bahkan terpikir pun mungkin tidak pernah dan memulai ikhtiar pembangunan museum tidak terhitung kritikan baik di melalui sms maupun media sosial dari yang mulai bernada satire sampai pada yang nyinyir.

“Kami tetap bergeming pada rencana kami bermodal niat baik, kami yakni akan ada jalan yang kemudian berakhir baik dan hari ini berkat usaha kita bersama, langkah kecil yang telah kita titi hampir 4 tahun yang lalu akan kita resmikan dan perkenankan kami mempersembahkan museum Multatuli ini kepada masyarakat Lebak, untuk kemudian menjadi kebanggan dan milik warga Lebak, milik indonesia dan kami berharap milik dunia,” ujar Bupati Lebak

Dijelaskan Bupati Lebak, Edward Douwes Dekker atau biasa disebut Max Havelaar (multatuli) sekalipun berasal dari negara kolonial Belanda, namun amat terkaget-kaget dan tergugah akal sehatnya melihat praktek penindasan yang dilakukan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda di daerah jajahan, khususnya di Kabupaten Lebak dan nurani Multatuli pun terusik dan dia berfikir bahwa kesewenangan-wenangan ini tidak boleh terus berjalan dan yang mendasari multatuli berfikir demikian adalah nilai kemanusiaan.

“Nilai kemanusiaan merupakan nilai yang bersifat universal, tidak dipagari oleh batas-batas wilayah, negara dan bangsa serta nilai kemanusiaan mengutuk keras perampasan terhadap kebebasan setiap individu dan kelompok walaupun setiap kebebasan individu tentu saja dibatasi oleh kebebasan individu yang lain,” ungkap Bupati Lebak

Pada kesempatan itu, Bupati Lebak berharap keberadaan museum Multatuli yang posisinya menjadi satu komplek dengan perpustakaan Saidjah dan Adinda menjadi mercusuar ilmu pengetahuan di bumi Lebak, sebagaimana novel Multatuli dan perpustakaan bahwa musuh kita hari ini bukan penjajah yang mengangkat senjata akan tetapi musuh kita hari-hari ini dan kedepan adalah kebodohan, ketertinggalan dan kemiskinan dan senjata yang paling ampuh untuk memerangi ketiga musuh itu aadlah pendidikan.

“Melalui konsep penataan ruang yang terintregasi dengan pusat pemerintahan, alun-alun Rangkasbitung, museum Multatuli dan juga perpustakaan Saidjah Adinda dalam perspektif Lebak di masa depan akan memiliki beberapa fungsi strategis salah satunya pusat literasi dan informasi sejarah Lebak dan menjadi ikon Lebak baik secara nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Untuk diketahui, peresmian museum Multatuli juga dihadiri oleh oleh beberapa tokoh penting yaitu Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr. Hilmar Farid, Ketua Umum PKB Muhaemin Iskandar, Kepala Museum Multatuli, Hearst Amsterdam, Kepala Museum Nasional Indonesia, Mantan Bupati Lebak H. Mulyadi Jayabaya dan tokoh-tokoh penting literasi lainnya. (Red/Ujang Iskandar)