Rizal Ramli, Minta Pemerintah Perhatikan Petani Lokal

1007

Medianews.co.id-Serang, Rizal Ramli, mantan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman RI tahun 2015-2016, melakukan panen raya bersama sahabat tani di Kampung Penggalang, Ciruas, Serang, Banten, Selasa (13/02).

Rizal Ramli meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan petani, terlebih kini tengah melakukan import beras dari Vietnam.

“Jangan jadi raja tega gitu loh, yang penting saya dapat uang dari import, enggak peduli lah nasib petani gimana,” kata Rizal Ramli,

Jika irigasi persawahan dapat ditata dengan baik, maka Indonesia bisa memanen padi sebanyak tiga kali dalam setahun. Karena memiliki sinar matahari dan sumber air yang berlimpah.

“Saya minta Mentan, bangun sawah baru dua juta hektar, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan sebagian Sumatera. Di negara lain, kalau enggak ada beras, pemerintah nya bisa jatuh,” jelasnya.

Dikatakan kalau dirinya sepakat import, jika saat musim paceklik. Dimana, para petani gagal memanen hasil tanam padinya.

“Kalau perlu banget, saya juga enggak keberatan import, tapi dilihat waktu nya. Pas paceklik baru import. Anak SD juga ngerti, masa menteri nya harus di ajarin anak SD,” tegasnya.

Masih di tempat yang sama,
Ketua Kelompok Tani “Sahabat Tani”, Desa Penggalang Nasrullah mengatakan, petani di desanya sangat menolak impor beras. “Petani kasihan disini. Kalau musim tanam mah nggak apa-apa impor. Kalau musim panen jangan. Kami menolak, karena mau panen raya,” jelasnya, Selasa (13/2).

Petani dengan susah payahnya bercocok tanam hingga panen menghasilkan gabah. Sementara, pemerintah pusat membuat kebijakan impor yang sangat merugikan petani. Kata Nasrullah, “tolong pejabat jangan turunkan impor. Kami bertani udah kehujanan dan kepanasan. Pas panen harganya menjadi murah dan turun” sedihnya.

Produksi panen kali ini ada 50 hektare sawah siap panen. Per hektare mencapai 6 hingga 7 ton. Di Desa yang terletak di Kecamatan Ciruas, memang sedang mengalami penurunan panen akibat hama wereng. Ia pun meminta untuk dibantu membangun irigasi, obat-obatan padi dan alsintan.

“Masa panen kami hanya dua kali dalam setahun dan itupun produksinya turun akibat wereng, Karena mau tiga kali panen, irigasi kami jebol. Kami minta pejabat tolong bangunin irigasi, agar tidak jebol,” pintanya. ( Sunah)