Sang Kiyai Yang di Harapkan Masyarakat

194

Medianews.co.id,- CILEGON,- KH. Lukman Harun lahir di Cilegon pada 10 Desember 1959. Tepatnya di sebuah perkampungan Krenceng-Citangkil. Beliau dikenal sebagai ulama yang alim dan cukup kharismatik, dalam setiap ucapannya yang tegas, menggebu dan energik. Dengan keluasan ilmu yang dimilikinya mampu memberikan inspirasi bagi kader dan santri yang telah dikelolanya lebih dari 25 tahun, yang tersebar di Kota cilegon dan sekitarnya.

KH. Lukman Harun merupakan putra dari H. Harun seorang pendidik (dosen) di IAIN Ciputat sekaligus sebagai staff di Dirjen Kementrian Agama. Lahir dari Rahim Ibunda Rahmah yang berasal dari keluarga ulama Ciwaduk. Dari sumber yang ada, H. Harun ini bila ditarik lebih adalah memiliki garis keturunan dengan H. Enggus Arja, yang dari keturunannya melahirkan tokoh-tokoh perjuangan melawan penjajahan belanda, sebagaimana tercatat dalam sejarah. H. Halimi yang tidak lain adalah pamannya harus gugur ditangan Belanda, dan H. Ahmad sendiri merupakan tokoh pergerakan SI dan sebagai bendahara Syubanul Muslimin

Jauh sebelum membangun Pondok pesantren modern Al Furqon, Lukman Harun mengalami penempaan pendidikan yang panjang, dan pengalaman hidup. Berbekal pendidikan yang didapatkan di pondok pesantren Gontor, KH. Lukman Harun melanjutkan kuliah di IAIN Serang, Semasa mengenyam pendidikannya di IAIN Serang tepatnya tahun 1982, Lukman Harun memperoleh kesempatan mendapatkan Training Mubaligh Se-Asia Tenggara dan Asia Pasific selama 2 bulan lamanya. Prestasinya dalam ilmu dakwah, KH. Lukman Harun yang fasih berbahasa inggris dan bahasa Arab ini kembali diundang oleh Perdana menteri Malaysia Tun Mahatir Muhamad, dalam rangka menetralisir suhu politik dimalaysia yang sedang memanas antara partai PAS dan Partai UMNO pada tahun 1986.
Selepas menyelesaikan study dari IAIN Serang, KH. Lukman Harun mendapat tawaran untuk menjadi staff Pusat Dakwah Islamiyah dibawah naungan kementrian agama negara Brunei Darusalam (1988-1995). Keberadaannya di
Brunai Darusalam,banyak memberikannya kesempatan sebagai penceramah dibanyak kota Brunei Darussalam, dan juga menjadi penceramah di negara Hongkong.

Perjalanan dakwah yang dilaluinya memberikan banyak arti bagi kehidupan ditahun-tahun selanjutnya, KH. Lukman pun kembali kedaerah halamannya dengan tekad untuk dapat mengembangkan dunia pendidikan khususnya dikota cilegon. Melalui Al Furqon KH. Lukman pun merintis cita-citanya untuk melakukan kaderisasi pendidikan yang ditekuninya sejak tahun 1994 hingga sekarang. Aktifitas kesehariannya sejak tahun 1995 adalah sebagai tenaga pengajar di Lembaga Pendidikan Jauharotunaqiyah, Madrasah Rawa Arum, Madrasah tegal buntu, kelapa dua Serang , Ibtidaiyah alkahiriyah, Tsnanawiyah Al Khairiyah, dan beberapa madrasah lainnya.

Jiwanya yang bersemangat, energik dengan relasi cukup luas, KH. Lukman aktif dalam menggelorakan semangat Pemuda pemudi dikota cilegon agar dapat berperan aktif dalam memajukan kota cilegon, yang kemudian Kemampuannya dalam mengorganisir persisnya tahun 1982 – 1984 beliau membina RIC (Remaja Islam Cilegon). Sebagai penggagas dan Pembina dibeberapa forum dan lembaga-lembaga swadaya yang tersebar dikota cilegon.

KH. Lukman merupakan menantu dari KH. Achmad Chatib, seorang Ulama, Pejuang, dan perintis kemerdekaan Republik Indonesia, yang juga menjabat sebagai Residen Banten pada tahun 1945. Dari pernikahannya dengan RT. Fasochah beliau dikaruniai 2 putra dan 4 orang putri.

Dalam segala bentuk kebaikan, seorang pemimpin seharusnya menjadi teladan dan pelopor, Ketika seorang pemimpin menyerukan kejujuran kepada rakyat yang dipimpinnya maka ia telah menunjukkan kejujuran itu dan ketika ia menyerukan hidup sederhana dalam soal materi maka ia tunjukkan kesederhanaannya.
Pada akhirnya dengan kata Bismillaahirrohmaanirrohiimi, dengan ini kami mewakili relawan dibawah komando masyarakat, mengingat, menimbang, memperhatikan, dan diputuskan Forum Masyarakat Cilegon Bangkit, Forum Ulama dan serta tokoh Masyarakat mendaulat dan merekomendasi bahkan mendorong untuk mencalonkan KH. Lukman Harun sebagai “Bakal Calon Walikota Cilegon 2020” Dalam rangka Selamatkan Cilegon Untuk Indonesia Jaya.(red)