Satres Narkoba Polres Cilegon Ungkap Kasus Ganja Dan Obat Terlarang

47

Medianews.co.id,- Cilegon – Satres Narkoba Polres Cilegon melakukan press realese tindak podana narkotika jenis Ganja dan Obat terlarang di Mapolres Cilegon, Banten, Kamis ( 11/6/2020).

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana melalui Kabagops Polres Cilegon Kompol Bambang Supeno mengatakan
pada hari Kamis tanggal 04 Juni 2020 sekira jam 13.00 WIB telah ditangkap seorang Laki-laki yang berinisial AY disebuah rumah di Kec. Jombang Kota Cilegon dan DA di tangkap pada hari Rabu tanggal 03 Juni 2020, pukul 20.00 WIB di sebuah toko Kampung Kubang Laban, Kec. Jombang Kota Cilegon.

“Tersangka narkotika Ganja tersebut berinisial AY (27) Karyawan Swasta dan tersangka Obat-obatan terlarang berinisial DA (23) Pelajar, keduanya tinggal di Kecamatan Jombang Kota Cilegon,” jelasnya.

Barang bukti yang di amankan yaitu 1 (satu) paket daun ganja dibungkus lakban warna cokelat dengan berat kotor 599,74 gram, 5 (lima) linting daun ganja dengan berat kotor 1,90 gram dan 1 (satu) buah bekas bungkus rokok sampoerna mild mentol. Dan jumlah keseluruhan barang bukti narkotika jenis daun ganja kering tersebut ialah 601,64 gram, serta Pil Hexymer sebanyak 36 butir dan Pil Tramadol sebanyak 50 tablet.

“Pada saat petugas melakukan penangkapan dan penggeledahan didapati barang bukti berupa 1 (satu) paket daun ganja dibungkus lakban warna cokelat diatas meja dirumah tersebut dan 5 (lima) linting daun ganja didalam sebuah bekas bungkus rokok sampoerna mild mentol diatas lemari es, kemudian ditempat yang berbeda petugas menggeledah rumah di temukan barang bukti berupa sebuah mejikom yang di dalamnya terdapat Pil jenis Hexymer dan Pil Tramadol,” lanjutnya.

Terkait ancaman hukuman bagi tersangka yaitu, Pasal 114 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, diancam dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (Lima) tahun paling lama 20 (dua puluh) tahun serta denda paling Sedikit Rp.1.000.000.000,- (Satu milyar rupiah) dan denda paling banyak Rp.10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah); dan Pasal 111 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, diancam dengan pidana penjara paling singkat 4 (Empat) tahun, paling lama 12 (dua belas) tahun serta denda paling Sedikit Rp.800.000.000,- (Delapan ratus juta rupiah) dan denda paling banyak Rp.8.000.000.000,- (delapan milyar rupiah).
( an/ red)