Terganggunya Proses Belajar Akibat Aktifitas Pembangunan Tol

30

Medianews.co.id,- Serang – Ketidaknyamanan serta merasa terganggu dengan adanya aktivitas kendaraan berat (beko) untuk pembangunan jalan tol Serang-Panimbang dirasakan oleh guru maupun siswa-siswi SDN Cilayangguha, akibatnya proses belajar maupun mengajar terganggu, termasuk bangunan sekolahpun terdampak dari getarannya.

Dampak dari itu lantai sekolah rusak dan sebagian genting berjatuhan, melihat kondisi itu pihak sekolah termasuk wali murid khawatir anak-anaknya sekolah yang terdampak pembangunan jalan tol Serang-Panimbang.

“Kemudian untuk siswa-siswi, kami sangat khawatir dan takut mereka masuk jurang karena ketinggian tol, dari gedung sekolah ke bawah sekitar 15 meter,” ungkap Kepala Sekolah SDN Cilayangguha Entin Suhartini pada saat diwawancarai di SDN Cilayangguha, Cikeusal, Banten, Sabtu (11/1/2019).

Menurutnya, pada saat dilakukan pengerukan tiba-tiba air di Sekolah tidak mengalir, akibatnya sekolah tidak mempunyai air untuk kebutuhan guru maupun siswa-siswi. Akhirnya selama 4 bulan pihak guru menyuruh siswa-siswi membawa air dari rumahnya ke sekolah dalam botol aqua.

“Saya mengusulkan kepada guru supaya siswa-siswi setiap air di sekolah habis mereka suruh bawa (air) dari rumahnya sebotol aqua. Dengan adanya kejadian itu saya berharap secepatnya direlokasi karena dampaknya bukan hanya itu saja, program kepala sekolah pun jadi tertunda dan tidak berjalan dikarenakan oleh ketidakjelasan dari pihak terkait,” tuturnya.(red)