Terkait Polemik Pembangunan Musholla, Lurah Panggung Rawi Ingin Masyarakat Tetap Kondusif

21

Medianews.co.id,- CILEGON,- Lurah Panggung Rawi Kecamatan Jombang mengklarifikasi adanya polemik pendirian musholla di Lingkungan Acing RT.03 RW. 05 Kelurahan Panggung Rawi.

Mulyadi selaku kepala Kelurahan Panggungrawi mengatakan, bahwa pihaknya terus menengahi dan menyerap aspirasi warga dari beberapa pihak.

“Di masyarakat saya ini ada yang setuju dan tidak setuju akan di bangun mushola, yang tidak setuju ini tanda tangan nya ada di saya semua, dan yang setuju ada tanda tangan nya di saya semua di RW 05 itu ada 3 RT 1, 2 dan 3,” jelas Mulyadi di Ruangan Kerjanya.

Dikatakannya, yang terjadi bukanlah menolak pembangunan mushola tersebut, namun lebih tepatnya untuk menunda pembangunan mushola.

“Saya sebagai bapaknya masyarakat kan harus mendengarkan dari pihak warga yang pro dan kontra. Saya panggil lah RW karena bapak nya RT kan RW, kan pak RW tokoh masyarakat, bagaimana ini pak? ya sudah pak buat saja surat buat penundaan, karena ini masyarakat yang tidak setuju ini ingin di bangun tempat lain saja yang bermanfaat misalkan kaya PAUD tempat ngaji atau apa lah,” katanya.

Ia berharap, pihaknya ingin masyarakat tetap kondusif, apalagi menjelang Pilkada.

“Bermuhasabah dirilah, artinya dirundingkan di kumpulkan dari yang setuju dan tidak setuju yang terbaik apa dari masalah ini jangan sampai masyarakat terjadi konflik,” ujarnya.

Sementara itu, terkait surat rekomendasi yang dikeluarkan Lurah Panggung Rawi, Kecamatan Jombang, perihal rekomendasi untuk ditundanya pembangunan mushola di Link Acing, RT 003/005. DPD Al-Khairiyah Cilegon bersama DPD HPA Al-Khairiyah sambangi Kantor Kelurahan, terkait persoalan tersebut dan mengingatkan pihak Pemerintah melalui Kelurahan.

Pengurus DPD Al-Khairiyah Cilegon Sayuti mengatakan, pihaknya saat ini mencoba mencari jalan tengah terbaik untuk kepentingan umat, dengan harapan tak ada keributan di masyarakat. Sebab, baginya pembangunan musholla di wilayah tersebut merupakan sebuah niat baik.
“Kata pak lurah ada warga yang nolak dan setuju, RT diwilayah musholla itu menyutuji, dan agak jauh di sekitarnya ga setuju. Tapi yang ramai kan surat edaran Kelurahan terkait penundaan itu,” Kata pengurus DPD Al-Khairiyah Cilegon tersebut, Kamis (13/08/2020).

Sebelumnya, ia telah mengkonfirmasi ke Pengurus Cabang masalahnya seperti apa, dan tak ada masalah, sebab hal tersebut merupakan otonomi cabang. Namun, ketika ada ramai-ramai, ia bersama DPD mencoba mencari jalan terbaik.(priadz)