Tersebar Isu Sabotase, Lapbas Jaga Kantor Kadin Cilegon

182

Medianews.co.id,- CILEGON- Kantor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon dalam beberapa hari ini tampak dijaga ketat oleh sejumlah orang berpakaian hitam-hitam yang diketahui dari LSM Labpas.

Kabarnya kantor organisasi pengusaha yang berada di Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta tersebut dijaga sejak Hari Senin (1/4/2019) lalu, karena adanya isu sabotase seiring terjadinya kegaduhan yang terjadi akibat perselisihan antar pengurus Kadin.

“Ini instruksi Ketua Lapbas Pak Sandes yang juga sebagai pengurus Kadin, jadi karena kita satu jiwa kita disuruh mengamankan saja, kalau saya sudah 3 hari,” ujar salah satu anggota Lapbas, Andi saat ditemui wartawan di halaman Kantor Kadin, Kamis (4/4/2019) siang.

Sementara itu, Ketua PAC LSM Lapbas Citangkil sekaligus Komite Pengurus Kadin, Menyan menyatakan, Kadin Kota Cilegon sebagai mitra dan pembina Lapbas harus diberikan pengamanan untuk menjaga kondusifitas, terlebih menjelang Pemilu 2019 yang tingga dua pekan lagi, maka harmonisasi harus dilakukan.

“Ini inisiatif kami melakukan pengamanan karena kami binaan Kadin. Ketua kami juga salah satu pembina di sini. Jadi harus diamankan. Ditambah menjelang pemilu kami tidak ingin ada hal yang membuat kondisi gaduh,” katanya.

Lebih lanjut, Menyan juga menegaskan upaya penggembokan Kadin merupakan upaya perebutan hak orang lain yang dilakukan oleh pihak lain, jelas tidak dibenarkan dalam aturan manapun dan merupakan pelanggaran hukum.

“Info dari wartawan, akan ada upaya penggembokan kantor Kadin dari kubu mosi tidak percaya, padahal dalam Perpres Nomor 10 tidak ada aturan mosi tidak percaya, itu kan upaya politis. Gak bisa dong main rebut gitu, Pak Sahruji kan masih aktif. Historisnya dulu (periode sebelumnya) Kadin pernah digembok karena masa jabatannya saat itu sudah habis tapi dalam waktu dua bulan tidak bersegera membentuk panitia Mukota” tegasnya.

“Kalau ada keluhan atau aspirasi, sebaiknya kan menghadap dan disampaikan langsung ke Pak Ketua, tidak membuat opini dan isu-isu yang mendiskreditkan Kadin di media,” tegasnya. (Red)