Tiga Desa Di Barut Pasang Hinting Pali, Kerna PT. SAL Ingkar Janji

6

Medianews.co.id,- Palangka Raya, – Salah satu tokoh perintis berdirinya Provinsi Kalimantan Tengah, Sabran Ahmad memberikan tanggapan mengenai banyaknya permasalahan sengketa antara masyarakat penduduk asli daerah dengan pihak perusahaan sebagai investor di Kalteng.

Sabran Ahmad mengatakan, “Setiap permasalahan yang sering dihadapi oleh masyarakat penduduk asli daerah adalah masalah lahan yang difungsikan oleh pihak perusahaan tidak sesuai perjanjian, pencaplokkan, dan lain-lain, katanya pada, Kamis (16/1/2020),” ucapnya..

Salah satu contoh, menganai kisruhnya masyarakat lokal di Desa Nihan Hilir, Desa Ipu dan Desa Pendreh di wilayah Kabupaten Barito Utara dimana ada terjadi pemasangan Poltal (Hinting Pali Adat) lantaran tidak ada titik terang pemenuhan tuntutan masyarakat terhadap pihak perusahaan PT SAL yang disinyalir melanggar perjanjian dengan masyarakat.

Dirinya mengatakan, sangat wajar apabila hal tersebut terjadi lalu dilakukan penegakkan hukum adat melalui “Hinting Pali” yang bertujuan untuk melarang adanya kegiatan atau aktivitas di lokasi perusahaan yang memiliki masalah dengan warga lokal setempat.

Hadiboy/ Septy/ Ida