Warga Keluhkan Pungli di Sekolah Sampai Pengangguran saat Reses Dewan.

52

Medianews.co.id,- CILEGON – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon dari Partai Nasdem, Erick Rebiin, menggelar reses pada Senin, (3/12/2018) di rumah warga, Mekarsari, Pulo Merak.

Sekitar lebih dari 100 orang warga turut menghadiri reses tersebut, dengan berbagai masukan. Pengangguran menjadi hal utama yang dipersoalkan, dimana warga merasa dinomerduakan oleh PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) setiap kali ada pembukaan lowongan.

“Yang nenjadi sorot utama pengangguran yang mana keberadaan Pelabuhan Merak belum bisa mengakomodir warga di lingkungan Kelurahan Mekarsari. Dimana wilayah ini bagian dari pembinaan ASDP (Pelabuhan Merak -red). Nanti kita coba bantu silaturahmi ketika ada lowongan masyarakat sini bisa terakomodir,” kata Erick kepada Media News seusai reses.

Perihal pendidikan mendapat banyak keluhan warga, mulai dari gaji guru honorer yang jauh dari kata layak. Selain itu, pungutan liar masih kerap terjadi di sekolah padahal pemerintah sudah menggratiskan biaya pendidikan.

“Keluhan para guru honor yang pendapatannya masih sangat jauh dari harapan. Fraksi sudah berkali-kali diperhatikan perihal guru honor. Karena sangat tidak wajar guru honor perbulan dibayar Rp. 400rb itu pun dibayarkan per tiga bulan sekali,” ujar Erick.

Untuk mengatasi itu, Erick akan menganggarkan diangka yang wajar apalagi saat ini dirinya masuk dalam Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Cilegon. “Memang lebih banyak guru honor, saya juga di Badan Anggaran kemarin rapat ada peningkatan. Mudah-mudahan diangka Rp. 2 Juta per bulan biar layak dan semangat,” jelasnya.

Masih adanya prkatik pungutan liar pun turut dikeluhkan warga, dinilai sangat memberatkan. Padahal pemerintah sudah menganggarkan biaya Sekolah Dasar dan Menengah Pertama Negeri sudah gratis. “Ini akan saya lakukan pengawasan penuh supaya bagaimana tidak terjadi lagi. Saya heran seharusnya keberadaan komite merupakan suara dari wali murid,” tutup Erick.

Masih ditempat yang sama, Erwin, pemilik rumah mengatakan, pelayanan menjadi titik berat aspirasi warga. Terutaama akan adanya pendaftaran dengan sistem on line yang diinilai menyulitkan akibat kurangnya sosialisasi.

“Banyaknya keluhan pelayanan rumah sakit, pendidikan, kalo masuk sekolah itu susah pas pendaftaran apalagi sekarang on line,” ujar Erwin warga RT 01/06 Sukamaju, Keluraha Mekarsari, Kecamatan Pulomerak.(Asp)