Warga Palas, Akan Tetap Melestarikan Tradisi Dzikir Akbar dan Panjang Maulid

26

Medianews.co.id,- CILEGON- Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Jajaran Pengurus DKM Jami’Al-Furqon dan warga Link. Palas RT 01, 02, 16, 17/ 01 Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon berupa Dzikir Akbar dan Panjang Maulid berlangsung semarak, Minggu (24/11/2019).

Dalam tradisi Panjang yang sudah turun menurun sejak masa Kesultanan Banten itu, warga Palas mengundang pedzikir dari Link. Kadipaten, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon dan Kampung Jalumprit, Desa Waringin Kurung, Kecamatan Waringin Kurung, Kota Serang yang secara bergantian dari pagi hingga siang hari, melantunkan dzikir kepada Allah SWT dan syarir-syair pujian untuk Baginda Nabi Muhammad SAW.

Sementara warga Palas yang antusias dalam menyambut hari agung peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, sejak beberapa hari sebelumnya gotong royong membuat kreasi seni Panjang Maulid dengan berbagai bentuk miniatur. Seperti masjid, kapal, rumah, pohon uang, dan sebagainya.

Usai Dzikir Akbar yang berlangsung hingga datangnya waktu Shalat Dzuhur, kumpulan Panjang Maulid yang dibuat warga Palas, kemudian diantarkan ke tempat para pedzikir dengan iring-iringan warga yang menjadi puncak kesemarakan Maulid Nabi di Link. Palas.

“Alhamdulillah tradisi peringatan Maulid Nabi tahun ini berjalan lancar, warga juga antusias dalam mengagungkan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ini bukan hanya ceremonial saja, karena kita sadar substansi kegiatan ini sebagai bentuk ungkapan cinta kita umat Islam kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Semoga ini membawa keberkahan dan menghadirkan syafaat bagi kita semua,” kata Ketua Panitia, Muhammad Gusnaldi kepada wartawan.

Harapan untuk terus melestarikan tradisi Dzikir Akbar dan Panjang Maulid di Link. Palas juga dituturkan oleh Ketua RT 02/01, Mulyani yang menginginkan warganya terus menjaga tradisi yang juga sebagai ajang silaturahmi antar umat Islam ini.

“Kita berharap perayaan Maulid Nabi ini terus dijaga dan dilestarikan sampai kapan pun. Karena selain bisa meningkatkan tauhid kita, dengan tradisi Maulid ini, umat Islam juga bisa saling bersilaturahmi. Bukan hanya antar keluarga, tetangga dan kerabat, tapi juga silaturahmi antar kampung,” harapnya.

“Mungkin bagi mereka yang acuan hidupnya teori ekonomi global, warga yang mengeluarkan uang untuk acara ini dianggap bodoh bagi mereka. Itu karena mereka tidak paham soal keberkahan dan syafaat, mereka tidak mengerti kalau uang yang kita keluarkan untuk Maulid Nabi ini selain menjadi catatan amal juga akan diganti oleh Allah SWT. Mereka juga tidak tahu betapa banyaknya manfaat dari Maulid ini,” tandasnya.