Yandri Susanto: Jangan Gara-gara Pilkada Cilegon Porak Poranda

34

Medianews.co.id,- ANYER,_ Ketua Komisi 8 DPR RI Fraksi PAN Yandri Susanto menghadiri acara penyerahan Bantuan Operasional Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Pondok Pesantren se Kota Cilegon, yang berlangsung di Anyer, Jumat (18/9/2020).

Dalam acara itu juga nampak hadir bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Iye Iman Rohiman – Awab.

Disinggung kehadiran bacalon Walikota Cilegon Iye Iman Rohiman dan Awab, Yandri menganggap hal itu sebagai bentuk silaturahmi seorang tokoh masyarakat.

“Tadi kan tidak ada kata pak H.Iye pilih saya tidak ada bahwa silaturahmi itu penting dan kebetulan pak H.Iye ini belum bakal calon maka tadi kita anggap masih tokoh masyarakat cilegon. Kalau dia sudah ada nomor urut saya tidak berani karena saya tau aturan. Karena saya memperundang-undang Pilkada nomor 10 tahun 2016 saya di ketua komisi 2 dulu,” paparnya.

Yandri menambahkan, dalam Pilkada berbeda pilihan adalah hal yang biasa, pihaknya juga ingin jelang Pilkada, Kota Cilegon tetap aman dan kondusif.

“Saya kebetulan mendukung H.Iye dan H.Awab karena perintah partai. Kalau yang lain mau memilih siapa bebas jangan gara-gara pilkada cilegon porak poranda, fitnah bertebaran dan saya gak mau. Saya sebagai ketua komisi 8 orang banten saya tidak mau cilegon itu tercabik cabik gara gara Pilkada,” tegasnya.

Sementara itu, terkait dengan pemberian bantuan opersional untuk Ponpes dan madrasah, Yandri mengatakan, sebanyak 26 madrasah dan 27 ponpes di Kota Cilegon menerima bantuan operasional melalui anggaran pemerintah pusat APBN, yang sebelumnya telah dibahas di Komisi 8 DPR RI. Ia mengaku sangat konsen terhadap keberadaan madrasah dan ponpes, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini perlu mendapat perhatian serius oleh pemerintah.

“Kita sudah bahas di komisi 8, saya sebagai ketua komisi 8 menilai pentingnya negara hadir di tengah covid-19 yang memang serba susah hidup nya para da’i ulama pondok pesantren madrasah saya bilang masa sih negara gak hadir. Sebelum ada covid ga bisa hadir di maklumi tapi kalau sekarang semua kegiatan pondok berhenti berceramah berhenti maka penting kita untuk membantu biaya operasional pondok pesantren dan madrasah,” ujarnya.

Yandri memastikan, akan membantu terlebih Kota Cilegon adalah termasuk dapilnya yang selama ini lebih banyak berinteraktif.

“Saya mengusulkan nama-nama calon penerima bantuan dan hari ini saya akan serahkan tahap pertama sebanyak 27 pondok pesantren dan 26 MDT ini tahap pertama insya allah akan ada tahap berikut nya pondok pesantren dapat 25 juta dan untuk madrasah diniyah itu 10 juta,” jelasnya.(priadz)