Atribut Ormas PP Disobek, APK Lainnya Dibiarkan, Panwas Dianggap Tebang Pilih

13

Medianews.co.id,- CILEGON – Pendukung Paslon Helldy-Sanuji menduga ada tebang pilih dalam penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) yang dilakukan oleh petugas Panwaslu Kecamatan dan Pol PP.

EW Dahlan, Sekretaris MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Cilegon mengatakan, ada atribut organisasi yang terpasang pada bangunan Posko PP Kelurahan Deringo turut dilakukan perusakan oleh petugas Panwas.

“Gambar itu adalah atribut Organisasi Pemuda Pancasila dan terpasangnya juga di rumah, itu posko PP di Deringo, tapi sampai sesadis itu dicopot dan dirobek oleh Panwas. Padahal kerja mereka tidak adil, atribut kampanye pasangan calon nomor 2 masih banyak yang tidak dilepas dan dibiarkan,” ungkap EW Dahlan kepada wartawan, Jumat (2/10/2020) malam.

Dijelaskan EW Dahlan, sikap protes akan tebang pilihnya Panwaslu dalam penertiban APK ini telah disampaikan oleh anggotanya. Dan jawaban dari pihak Panwaslu Kecamatan dinilai sangat tidak masuk akal dan terkesan mengada-ada.

“Kami sampaikan kepada mereka, bahwa kenapa masih banyak APK milik Paslon Ati-Sokhidin yang dibiarkan terpasang dan tidak dicopot oleh Panwas, tapi masa jawaban mereka alasannya karena petugas kelelahan. Jelas-jelas ini patut diduga ada keberpihakan dari Panwas,” jelasnya, sambil menunjukkan video rekaman percakapan Tim Helldy-Sanuji dengan pihak Panwas.

Kubu Helldy-Sanuji sudah langsung menyampaikan protes keras kepada pihak Panwas, bahkan memberikan bukti-bukti bahwa masih banyak atribut kampanye milik Paslon Ati-Sokhidin yang dibiarkan terpasang.

“Kami sudah protes keras, kalau penertiban silahkan saja tapi tidak sampai merobek begitu, ini pelecehan namanya. Kalau yang di jalur protokol, di tempat-tempat melanggar, kami bisa maklum, tapi ini Kan di rumah, di posko organisasi, kok masih juga diambil bahkan dirobek. Sementara kami punya bukti masih banyak atribut Paslon nomor 2 yang dibiarkan,” kecamnya lagi.

Sementara dari rekaman video percakapan antara kubu Helldy-Sanuji dengan pihak Panwas Kecamatan Citangkil, terungkap bahwa personel Panwas mengakui upaya penertiban APK yang kurang maksimal karena keterbatasan personel.

“Kalau ada yang tersobek, mungkin karena petugas kami tidak sengaja, karena mungkin memang kelelahan sebab dari kemarin melakukan penertiban, dengan jumlah personel yang terbatas sedangkan penertiban ini ditarget harus selesai besok,” ungkap salah seorang personel Panwas yang terekam di video tersebut.