Ety, TKI asal Majalengka yang bebas dari hukuman mati belum bisa pulang ke Desa

18

Medianews.co.id,- Majalengka,- Kabar Kepulangan Ety Rohaeti Binti Toyib Anwar TKI asal Desa Cidadap, Cingambul-Majalengka yang bebas dari hukuman mati di Arab Saudi membuat aparat desa bersiap-siap untuk menyambutnya, terlihat ucapan karangan bunga telah berjejer di depan Kantor desa cidadap, hanya sayang sementara ini Ety tidak bisa pulang kampung.

Suntono saat di hubungi awak media menjelaskan bahwa batalnya kepulangan Ety ke kampung halamanya karena adanya proses protokol kesehatan.

“ety saat ini belum bisa pulang karena terkait protokol kesehatan dan harus di karantina dulu selama 14 hari, itu informasi yang saya terima” ujarnya (10/07).

Ety Rohaeti bekerja di Kota Taif, Tahun 2001 ety di dakwa menjadi penyembab meninggalnya sang Majikan, Faisal al-Ghamdi, dalam persidangan keluarga majikan menuntut hukuman mati qisas, dan pengadilan memutuskan hukuman mati/qisas kepada Ety.

Melewati negosiasi yang alot dan panjang, keluarga majikan ety bersedia memaafkan dengan meminta diyat tebusan sebesar 4 juta real atau sekitar Rp. 15,5 Milyar.

Bebasnya ety dari hukuman mati berkat dukungan berbagi kalangan dermawan, santri, pengusaha, birokrat, politisi, dan masyarakat Jawa barat serta pihak lainnya terutama LAZISNU (Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodakoh Nahdlatul Ulama) yang memberikan sumbangan sebesar Rp. 12,5 Milyar atau sekitar 80 persen dari jumlah diyat yang di minta ahli waris Korban. (AB).